Tips Bedakan Gosip atau Fakta
Posted in Technology, Tutorial on Apr 26th, 2009
Dunia keartisan merupakan dunia yang penuh warna. Berita gosip dan fakta berseliweran di ranah infoteinment Indonesia. Tengok dan perhatikan saja acara infoteinment di berbagai TV swasta. Berita-beritanya ya, paling nggak seputar kawin cerai, insiden pemukulan, diduga suka sesama jenis, insiden pegang pantat, ibu menyumpahi artis karena durhaka, dan sebagainya. Meskipun demikian, ada juga berita-berita positif dari sang artis, seperti prestasi meraih anugerah musik, piala citra, panasonic award, dsb. Sayangnya, berita positif itu hanya sebagian kecil dari seluruh berita infoteinment. Ada benarnya juga tulisan Pak Armein tentang kesukaan banyak orang melihat yang negatif, dibandingkan yang positif.
Adalah Mas Dhany, teman kos saya yang merupakan seorang produser plus manajer artis. Pengalaman beliau sangat banyak, diantaranya pernah memproduseri Nadila, Rampak Naong, Bondan Prakosa, Tengkorak, Niki Astria, dsb. Namun, sekarang beliau sudah mengurangi porsi kerja tersebut dan beralih bekerja di suatu perusahaan.
Dari obrolan dengan beliau, sungguh tak dinyana-nyana banyak hal yang merubah pandangan saya tentang Industri musik dan pers Indonesia. Anda harus pandai-pandai memilah suatu berita. Jangan sampai Anda jadi korban kebohongan publik. Berikut ini beberapa tips yang sangat berguna bagi Anda ketika menonton infoteinment. Buat yang haus gosip, baca baik-baik.
1. Tidak semua berita yang ada di koran, infoteinment, majalah, dan internet itu benar.
2. Perhatikan, seorang artis yang baru saja digosipkan biasanya sebulan setelah itu akan mengeluarkan album, film, atau sinetron. Ternyata oh ternyata, tujuan adanya gosip tidak lain tidak bukan adalah: PROMOSI. Kalau itu terjadi dan gosipnya itu hilang begitu saja, sudah pasti 100% hanya berita bohong.
3. Insiden pemukulan dan sejenisnya biasanya merupakan drama. Ingat insiden pemukulan yang dilakukan musisi kenamaan? kasus logo kaset/buku yang mengundang protes dari kalangan tertentu? Bagaimana kelanjutan itu? Hilang ditelan bumi, bukan? Yah, itu merupakan bagian dari strategi bisnis saja.
4. Ingat, jika semua artis di Indonesia semuanya baik-baik, alim-alim… berita di infoteinment menjadi hambar, tidak ada warna dan hiburan yang menghiasinya. Dari situlah terjadi simbiosis mutualisme. Artis untung karena dapat promosi, wartawan untung.
Sebenarnya saya pun masih bingung, menentukan berita itu gosip atau fakta. Tapi, pada akhirnya saya juga maklum, mengapa ada acara infoteinment. Namanya saja informasi+entertainment. Berita jenis apa pun, yang penting menghibur.
Semoga para calon presiden selanjutnya tidak akan meniru strategi dunia artis ini dalam pertarungan presiden ke depannya. Yah, harus sehat, lah… persaingannya. FAIR, jujur… dan jangan sekali-kali membohongi publik, karena berbohong itu tidak baik.
Sumber Gambar
http://www.biojobblog.com/
http://www.shinyred.tv/
Related posts:
- Paska Ujian Hehe… ternyata, ujian sudah reda. Ada banyak yang saya...
- Bukan Cinta Karena & Supaya, Melainkan Cinta Meskipun Pada Jumat pertama bulan September 2009 ini, saya mengikuti...
- Tips Sehat Facebook-an Tips dan trik menyiasati penyalahgunaan facebook....
- Ebook Panduan WordPress Bahasa Indonesia Resensi Ebook "Panduan membuat Website dengan Mengunakan WordPress", berisi tentang...
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City Bagi Anda yang masih penasaran sale nya Crocs, hari ini...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
