Yup… karena kebosanan tiada terkira akan makanan yang itu-itu saja. KFC, Pizza, KFC, Pizza, Chinesse Food, Thai Food, dan macam-macam berbagai masakan lokal seperti biryani, dan sebangsanya, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke suatu tempat yang bisa memungkinkan kami masak.

Mas Ori, rekan kerja saya, ternyata jago masak. Nggak salah saya. Coba lihat screen shootnya, guys.
Masakan Ori
1. Sop jagung wortel
2. Spagheti
3. Ayam kecap + Oseng-oseng sawi, wortel, jagung.
4. kalau ini bukan masakan Mas Ori. Ini adalah kue sajen wajib orang Bangla yang lagi selametan. Entah itu ulang tahun, kelahiran bayi, dan semacamnya. Rasanya manis, semanis senyuman Sandra Dewi. Rasa susu, keju, dan gulanya nyampur jadi satu.

Saya sih kebagian motongin bumbu seperti bawang putih dan bawang bombay. Sama satu lagi: ngeliwet, alias masak nasi pakai panci.

Yaaah, lumayan, ada kegiatan ketika di luar kantor. Habis, hiburan tak ada. Boro-boro ngarep hiburan. Listrik aja mota mati tiap tiga jam sekali. Nasib.

Share

5 Responses to Terpaksa Masak di Dhaka

  1. yebearyNo Gravatar says:

    Hahaha…yo ajar ri..,besok masakin buat istrinya…kayak aku..xixixixixi…

  2. arikuncoroNo Gravatar says:

    masak seh? wakakak… Mbak Hesti ki jago masak, lho! yakin aku.

  3. mezoNo Gravatar says:

    sampe kapan di bangla, cor? kayanya udah pewe nih disana, hehehe…

  4. arikuncoroNo Gravatar says:

    heh? berdasarkan parameter apa, Mez, kl gw pewe di sini?
    huhu.
    rencananya ampe akhir bulan ini. Let’s see… let’s see… it’s still depend on the project.

  5. wah jadi lapar lagi hahaha. Ambil makan dulu ah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.