Musik, Olah Raga, Puisi, Foto, dan Teknologi | Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Tekun

Tekun. Sebuah kata yang sangat bermakna. Maknanya sangat dalam, setara dengan kata “cinta” yang penuh dengan pengorbanan & kekuatan.

Kalau begini, saya membayangkan tokoh-tokoh terkenal seperti Thomas Alva Edison, Donald Thrump, … atau bahkan, tidak usah jauh-jauh, Ayah atau Ibu Anda sendiri. Thomas Alva Edison melakukan berkali-kali percobaan untuk menciptakan bola lampu seperti sekarang. Bahkan, dia sering tak sengaja menemukan penemuan-penemuan baru. Donald Thrump, dia tekun dan cerdas dalam melakukan strategi pembelian dan penjualan properti. Sempat juga dia bangkrut, tapi bangkit lagi. Ayah dan ibu saya… hmmm… tekun dalam : “membuat” (jangan ngeres! :-) ), merawat, menjaga, dan mendidik saya.


Tekun tak mengenal kata “menyerah”. Dia tak kenal putus asa. Mengapa? Karena tekun itu percaya dengan apa yang akan dia dapat. Percaya, keindahan nanti akan didapat, meskipun sekarang mengalami kepahitan. Hmmm… percaya di balik cokelat yang pahit, akan ada tebu yang manis.

Saya bisa bilang cokelat itu pahit, karena pernah makan cokelat batangan yang komposisinya 70% kakao. Cokelat itu dibawa oleh seorang ibu expat Jerman, Charlotte, untuk menemani overtime kami di kantor. Bagaimana kalau 100% kakao?? Bisa dibayangkan pahitnya kopi tanpa gula. Baru tahu ternyata, cokelat yang kita makan selama ini adalah campuran dari cokelat, susu, gula, kacang, dan macam-macam bahan pemanis lainnya.

Hmm… tekun-tekun, satu suku kata yaitu “kun” bahkan ada di dalam nama saya. Tapi, tak ada hubungannya itu. Hanya sebuah sugesti bodoh yang tak istimewa. Seperti saya mensugestikan diri, ketika sedang keracunan makanan dan diare, saya langsung makan obat penawar “pisang” yang akan mengeluarkan racun-racun nakal. Hehe… mengenang masa-masa kuliah jahiliah dulu.

Well, saya percaya, jika seseorang berbuat dengan tekun, punya tujuan (bahkan orang yang tak tau punya tujuan apa??), dan yakin akan ketekunannya, pasti… akan datang keindahan itu. Pasti akan datang itu semua, tanpa harus susah-susah kita berburu.

Di balik ketekunan, akan datang keindahan… :-)

Itu… (saya pinjam jargon motivator Pak Mario Teguh, ya!)

Untuk kekasihku,
Maafkan, Mas. Hari ini badan pegel2 semua, rada capek. Makanya tadi langsung ambil dumbell, push up, cium lutut, dsb. Minggu ini biarkan badanku istirahat dulu. I miss you so… Kamu juga pasti capek, karena kemarin jadi LO. Salute buatmu, sayang. You are really care about your responsibility. Oliv will proud of you. Mwah.

Syallom and Happy Sunday! God bless you all.

Related posts:

  1. Paska Ujian Hehe… ternyata, ujian sudah reda. Ada banyak yang saya...
  2. Kata Puisi Cinta Akhir-akhir ini saya melalui hari seperti melewati gelombang sinusoidal...
  3. Tiga Cara Atasi Mencret Tiga cara sehat dan alami atasi Mencret. Kemungkinan besar ini...
  4. Meraih dan Mempertahankan Meraih dan mempertahankan adalah dua proses berurutan. Makanya saya...
  5. Puisi Surga Jika engkau dapat terbang dengan sayap putih itu, tolong...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

One Response to “Tekun”

  1. on 28 Jan 2010 at 11:15 amravimalekinthNo Gravatar

    betul itu hehe..tekun dalam mengerjakan sesuatu. Biar lambat, tapi pasti :D

    [Reply]

Leave a Reply