Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan mungkin Anda hindari.
Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.
Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.
Dalam sepak bola ada dua kesebelasan yang bertanding. Ada wasit yang memimpin pertandingan. Ada hakim garis. Ada pula peraturan-peraturan yang harus ditaati.
Bila terjadi pelanggaran, kesebelasan yang jadi korban bisa dihadiahi tendangan bebas. Bisa pula si pelanggar dikenakan kartu kuning tanda peringatan. Jika dua kali kartu kuning, si pelanggar bisa dibogem kartu merah sebagai tanda keluar.
Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.
Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.
Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.
Terkadang kita merasa, tak ada jalan terbuka…
Tak ada lagi waktu… terlambat sudah.
(sebuah kutipan dari lagu rohani “Dia Mengerti” karya Isaac Arief yang mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada).
Well, saya baru saja mendengar sebuah renungan di gereja ketika Misa Minggu Prapaskah ketiga. Gereja Katolik Fransiskus Asisi Tebet, yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Usut punya usut, Gereja yang sekompleks dengan sekolah SD, SMP, dan SMA Asisi tersebut menyimpan kenangan akan Obama. Yap, Obama pernah sekolah SD Fransiskus Asisi, menurut berita Seputar Indonesia RCTI yang beberapa hari lalu saya tonton.
Click to continue reading “Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …”
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (18)
- Tiga Cara Atasi Mencret (15)
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2) (5)
- Nokia Chat (4)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (4)
- Kata Cinta (4)
- Burung Elang (4)
- Kata-Kata Mutiara (2)
- Remember My Sweet Moments (1)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23585)
- Kata Cinta (12984)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11090)
- Kata-Kata Mutiara (3421)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3151)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3140)
- Perjalanan Cinta Sejati (2648)
- Nokia Chat (2419)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2089)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2081)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
obat bau badan on Moves Like Jagger
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

