Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Tag Archive 'Renungan'

Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan pernah Anda hindari.

Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.

Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.

Beranjak masa dewasa yang mulai berpikir tentang kelangsungan hidup. Bagaimana Anda bisa melanjutkan dinasti keturunan. Menikah. Bekerja. Punya anak. Mencari uang. Sambil kursus ini itu. Kuliah S2 dan S3. Investasi. Beli rumah. Beli mobil. Jalan-jalan. Semua mulai Anda pikirkan.

Sampai pada masa tua. Ada pasangan yang bisa berbagi suka dan duka. Anak. Menikahkah anak. Menggendong cucu. Pensiun. Dan, tinggal menunggu waktu.

Agaknya amat sangat sayang jika Anda melewatkan hidup hanya dengan begitu-begitu saja tanpa ada pencapaian dan pengalaman. Pencapaian yang tergantung pribadi masing-masing yang berhak Anda tentukan tanpa pengaruh siapa pun. Anda bisa memilih menjadi tua atau menjadi pribadi yang selalu besar keingintahuannya seperti masa kanak-kanak dulu. Menyambut hari dengan riang. Mau?

Ingatkah kebiasaan kecil Anda dulu? Lakukan itu!

Ah, saya kangen menonton doraemon dan dragon ball hari ini. Bagaimana?

Inspired by
You never grow old. (Yamin Tauseef Jahangir, The Daily Star Dhaka, Star Campus, page 18, June 27, 2010)

Peraturan

Dalam sepak bola ada dua kesebelasan yang bertanding. Ada wasit yang memimpin pertandingan. Ada hakim garis. Ada pula peraturan-peraturan yang harus ditaati.

Bila terjadi pelanggaran, kesebelasan yang jadi korban bisa dihadiahi tendangan bebas. Bisa pula si pelanggar dikenakan kartu kuning tanda peringatan. Jika dua kali kartu kuning, si pelanggar bisa dibogem kartu merah sebagai tanda keluar.

Untuk memberikan tontonan yang menarik dalam sebuah permainan, diperlukan adanya fair play. Fair play dalam bahasa Indonesia bisa berarti permainan yang jujur dan adil. Jujur mesti dipenuhi oleh pemain. Adil mesti dipenuhi wasit dan sang penegak peraturan.

Dalam kehidupan kurang lebih mirip. Cuma, apakah Anda sudah cukup tahu cara bermain, peraturan-peraturan bersama, dan konsekuensinya bila melakukan pelanggaran?

Ah, saya pun masih terus belajar. Dan, itulah kehidupan.

B-) => masih banyak kaca mata kehidupan yang mesti Anda coba pahami.

Enjoy your life!

Kisah Dua Bersaudara

Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.

Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.

Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.

Click to continue reading “Kisah Dua Bersaudara”

Terkadang kita merasa, tak ada jalan terbuka…
Tak ada lagi waktu… terlambat sudah.

(sebuah kutipan dari lagu rohani “Dia Mengerti” karya Isaac Arief yang mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada).

Well, saya baru saja mendengar sebuah renungan di gereja ketika Misa Minggu Prapaskah ketiga. Gereja Katolik Fransiskus Asisi Tebet, yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Usut punya usut, Gereja yang sekompleks dengan sekolah SD, SMP, dan SMA Asisi tersebut menyimpan kenangan akan Obama. Yap, Obama pernah sekolah SD Fransiskus Asisi, menurut berita Seputar Indonesia RCTI yang beberapa hari lalu saya tonton.

Click to continue reading “Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …”