Puisi cinta ini sangat terkenal pada masanya. Masa di mana saya masih duduk di bangku SMA kelas 1 sekitar tahun 2001. Saya ingat puisi ini bukan karena waktu itu saya sedang jatuh cinta atau patah hati, melainkan karena saya dan teman-teman sekelas memiliki keinginan yang besar untuk menonton film yang saat itu sedang ngetop yaitu film Ada Apa Dengan Cinta. Di film tersebut Cinta membaca puisi ini.
Sayangnya kami tidak kesampaian nonton bareng, karena kehabisan tiket. Ada salah satu teman sekelas saya yang mendapatkan dua tiket, tetapi terpaksa dia jual karena tidak bisa nonton bareng. Lumayan, dia dapat untung dengan menjualnya dengan harga dua kali lipat.

Senja di Dhaka
Sore yang sepi
Berpendaran jingga langit
Mengingatkanku pada masa kelabu
Pilu…
Sendu…
Sesaat setelah itu malam menjelang
Jingganya langit berubah menjadi hitam
Temaram…
Kelam…
Seram…
Biarlah rasa ini menjadi batu ketika memang itulah suratannya
Biarlah hati ini menjadi beku ketika hawa dingin menyerang
Biarlah lilin ini meleleh habis ketika cahaya api menyulut sumbunya
Namun masih ada harapan,
laksana rusa yang rindu akan hadirnya sungai,
laksana anak burung yang mendambakan sang induk kembali mendapatkan santapan
Setelah senja dan malam berlalu,
Pasti terbit mentari menghangatkan
Pasti datang embun menyejukkan…
Dhaka, 16 Juni 2010
Pantai Waktu
Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi Jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Tahun demi tahun
Windu demi windu
Kulalui selalu dengan membelai pantai
yang terkadang terkena pasir, karang, atau bebatuan
Buihku datang mencari secercah harapan dan menggapai impian,
meski terkadang terlalu keras menerpa atau lembut menyapa
Pantai waktuku membawa alegori kesetiaan
Menyapa bibir pantai
Merasakan hantaman kerasnya karang,
Menyisik lembutnya pasir,
Atau beramarah laksana kejamnya tsunami.
Seiring bertambahnya waktu
Hidup perlu keseimbangan
Antara sedih dan senang
Gembira dan Sungkawa
Tangis dan Canda
Terima kasih kawan2, atas ucapan selamat ulang tahunku yang ke-23!
Tentu saja, terima kasih kepada Tuhan yang selalu memberkati, orang tua yang selalu mendoakanku tiap pagi, keluarga, kawan2, dan teman2 semua. Juga orang terkasih, yang masih setia laksana pantai waktu dalam puisiku.

Foto koleksi pribadi
Burung Elang
Burung elang terbang mengangkasa cakrawala
Cakrawala nan biru menghiasi rasa
Turun ketinggian si burung elang
melihat paradigma alam lewat netranya
Bunga mekar berwarna-warni
merah, nila, ungu, jingga, dan kuning.
Bumi hijau tanah subur makmur memesona
Netra dingin segar kala terpercik air murni nan bening
Hati elang yang tlah lama beku dan tersayat
segera terobati…
akan hadirnya senyuman yang berharap setia menemani.
Senyuman yang tak bisa lepas
Senyuman yang tak bisa hilang
Senyuman yang menyejukkan jiwa
Elang datang setelah melanglang
Dan berani melewati tantangan
Tak gentar oleh siapa dan apapun…
Kecuali Sang Pencipta dan Khalik-Nya.
Jika engkau dapat terbang dengan sayap putih itu,
tolong pergilah ke tempat yang damai.
Hisap sari kedamaiannya,
dan sebarkan padaku…
Kau dan aku akan terberkati,
oleh karena harum semerbak bunga kedamaiannya.
Hmmm, cinta…
bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan gerimis,
kau amat cantik,
hingga mampu membuatku nyaman…
inikah surga?
mungkin…
(diterjemahkan dari postingan sebelumnya)
Terisnspirasi dari kerinduan yang amat dalam. :-)
Wah, sudah lama saya tidak merambah dunia puisi sejak SMP. Tanpa bermaksud menyombongkan diri, dulu saya sempet juara 1 se-DIY untuk lomba deklamasi, lho. Mmm, tidak ada hadiah uang tunai, namun ada tambahan nilai +2 untuk NEM saya. Jadi, bisa masuk SMA 3 Padmanaba dengan leluasa. Meskipun, tanpa itu pun bisa masuk2 saja.
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (18)
- Tiga Cara Atasi Mencret (14)
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2) (5)
- Nokia Chat (4)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (4)
- Kata Cinta (3)
- Chord “Tak ada yang bisa” (1)
- Perjalanan Cinta Sejati (1)
- 5 Artikel Favorit di Blog saya sepanjang 2010 (1)
- Burung Elang (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23585)
- Kata Cinta (12983)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11089)
- Kata-Kata Mutiara (3420)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3151)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3140)
- Perjalanan Cinta Sejati (2648)
- Nokia Chat (2419)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2089)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2081)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
obat bau badan on Moves Like Jagger
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

