Berikut 27 fakta mengenai Bangladesh, berdasarkan hasil pengamatan saya selama tinggal 1,5 bulan di Dhaka, ngobrol2 sama kawan2, dan baca surat kabar lokal.
1. Dhaka memiliki enam musim (tiap 2 bulan ganti musim!) Nggak capek apa ya? Tiap dua bulan ganti musim…. Katanya yang paling parah itu bulan Juni/Juli. Bulan itu lagi bulan badai.
2. Orang Bangla suka makan permen Bangla, seperti gabah (kulit padi) sebagai hidangan pencuci mulut sehabis makan, tapi rasanya manis. Anda pertama kali tidak akan mengira kalau itu permen. he he.
3. 90% lebih penduduknya beragama Islam. Selebihnya Hindu dan sebagian kecil Kristen.
Di dekat KBRI Dhaka, ada sebuah kefe yang lumayan cozy. Namanya Kafe “Bitter Sweet”. Jarang ditemukan di Dhaka. Konsepnya minimalis, futuristik, dan modern. Lampionnya berwarna putih dengan pendaran cahaya lampu kuning. Menu yang disajikan kebanyakan ala Italia seperti pasta, capuccino, dan masakan ala barat lainnya seperti french fries. Harganya pun pada kisaran normal, sekira 260 taka untuk satu buah pasta dan 160 taka untuk satu hot chocolate.
Kafe ini beralamat di Road 53 Gulshan 2, Dhaka. Sebelah KBRI persis. Pertama kali pasti Anda tidak mengira ini kafe, karena Anda cuma menjumpai tulisan “OPEN” di lantai bawah. Usut punya usut, ada kafe yang berada di lantai dua. Anda harus olah raga sedikit. Satu hal yang pastinya saya tidak akan pernah tahu, kecuali ada sang pemandu! Yap, ada salah seorang rekan saya, Kukuh, yang merekomendasikan kami pergi ke kafe tersebut. Kukuh merupakan staf KBRI Dhaka, sudah tinggal di Dhaka hampir 4 tahun. :-)
Anda mau lihat screen syut kafe tersebut? Ini dia…
Malam ini sengaja saya tidak tidur cepat, karena mata masih belum mau terpejam. Saya masih asyik dengan bacaan milis kampus Ganesha 10 tercinta. Ada keramaian milis di sana, sehingga saya hanyut dalam membaca.
Tiba-tiba saya terusik dengan latar suara yang mengusik kesunyian malam. Kota Dhaka beda malam ini. Tak setenang biasanya. Angin besar berhasil menyapu debu-debu dan melambaikan ranting pohon-pohon tinggi di jalan sekitar apartemen. Dari sudut jendela kamar lantai dua ini, terlihat debu-debu itu seperti kabut. Suara angin dan gemeretak kaca membuat suasana malam makin mencekam. Mungkinkah hujan? Ah, nampaknya tidak.
Yup… karena kebosanan tiada terkira akan makanan yang itu-itu saja. KFC, Pizza, KFC, Pizza, Chinesse Food, Thai Food, dan macam-macam berbagai masakan lokal seperti biryani, dan sebangsanya, akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke suatu tempat yang bisa memungkinkan kami masak.
Ketika week end kemarin, di sebuah pelabuhan sungai kota Dhaka, banyak sekali benda oval bulat berwarna hijau tanpa lurik-lurik. Saya kira itu timun suri. Ternyata semangka.
Yup, di Dhaka lagi musim semangka. Satu buah bisa dihargai 50 Taka. Bisa juga harganya per kilo. Mari kita lihat screen shootnya… :-)

Ketika musim berganti, tempat ini menjadi berubah ujud jadi lautan nanas, ketika musim nanas. Ha ha ha…
Terlihat di sudut foto itu ada seorang mandor yang sedang menunggu dagangan semangkanya. :-)
Berikut ini tempat-tempat penting di Dhaka:
1. Lalbagh Fort (tempat wisata yang berupa bekas istana)

Sebelum memasuki ruang tunggu yang beraura India ini, saya harus melewati detektor plus petugas yang lumayan ketat. Kala itu detektor berbunyi ketika saya melewatinya. Mungkin karena sabuk saya berbahan metal. Lantas saya digerayangi oleh seorang petugas untuk meyakinkan bahwa saya aman dari bahan peledak.
Click to continue reading “Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2)”
Genap sudah tiga minggu saya di negeri orang. Rentang waktu yang tadinya seminggu, telah diperpanjang dua minggu. Yup, pada 14 Maret 2010 lalu saya terbang untuk pertama kalinya keluar Indonesia. Dan Bangladesh menjadi negara pertama yang beruntung saya kunjungi. (sebenarnya tidak juga, karena Singapore jadi tempat transit saya). Ada rumor lagi bakal diperpanjang satu bulan untuk project berikutnya hingga akhir April. Fiuuuh… ada senang (karena angka rekening tabungan bakal bertambah), dan ada duka (karena tidak bisa merayakan Paskah bersama keluarga seperti biasa). yup… seperti itulah kira-kira “big picture” perasaan saya pada hari ini.
Click to continue reading “Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 1)”
Lama sudah saya tidak bercerita di blog. Terlalu banyak waktu yang terbuang. Bukan terbuang sih tepatnya, tapi harus saya alokasikan untuk melihat tempat-tempat baru. Sebuah tempat yang amat jarang dikunjungi oleh para turis.
Tahukah kawan, negara pertama mana yang telah saya kunjungi? BANGLADESH.
Mungkin mimpi saya kurang spesifik. Kala itu saya hanya bilang pada diri saya bahwa saya akan kerja di luar negeri. Impian itu tercapai sih, memang. Namun, tempatnya kok?
Langsung saja, saya bercerita tentang pengalaman pertama ke luar negeri. Tujuan utama ke sana adalah pekerjaan. Dan, saya tidak akan bercerita tentang kerjaan saya. Saya hanya akan bercerita tentang proses, perbandingan, kelucu-an, dan kesenang-sedihan saya selama berada di sana.
Bersambung
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23664)
- Kata Cinta (13009)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11161)
- Kata-Kata Mutiara (3422)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3154)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3143)
- Perjalanan Cinta Sejati (2653)
- Nokia Chat (2430)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2090)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2089)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
Guskar on Tiga Cara Atasi Mencret
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

