Jangan Pernah Merasa Tua
Posted in Curhat, Renungan on Jun 27th, 2010 No Comments »
Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan pernah Anda hindari.
Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.
Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.
Beranjak masa dewasa yang mulai berpikir tentang kelangsungan hidup. Bagaimana Anda bisa melanjutkan dinasti keturunan. Menikah. Bekerja. Punya anak. Mencari uang. Sambil kursus ini itu. Kuliah S2 dan S3. Investasi. Beli rumah. Beli mobil. Jalan-jalan. Semua mulai Anda pikirkan.
Sampai pada masa tua. Ada pasangan yang bisa berbagi suka dan duka. Anak. Menikahkah anak. Menggendong cucu. Pensiun. Dan, tinggal menunggu waktu.
Agaknya amat sangat sayang jika Anda melewatkan hidup hanya dengan begitu-begitu saja tanpa ada pencapaian dan pengalaman. Pencapaian yang tergantung pribadi masing-masing yang berhak Anda tentukan tanpa pengaruh siapa pun. Anda bisa memilih menjadi tua atau menjadi pribadi yang selalu besar keingintahuannya seperti masa kanak-kanak dulu. Menyambut hari dengan riang. Mau?
Ingatkah kebiasaan kecil Anda dulu? Lakukan itu!
Ah, saya kangen menonton doraemon dan dragon ball hari ini. Bagaimana?
Inspired by
You never grow old. (Yamin Tauseef Jahangir, The Daily Star Dhaka, Star Campus, page 18, June 27, 2010)
