Musik, Olah Raga, Puisi, Foto, dan Teknologi | Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Perjalanan Cinta Sejati

Berikut ini perjalanan sebuah kereta yang melewati stasiun-stasiun pemahaman tentang cinta sejati. Mari kita simak!

Stasiun pertama,

Tak ada cinta sejati selain cinta Tuhan. Perjalanannya paling panjang di antara cinta-cinta yang lain (tapi kok jadi stasiun pertama? saya pun tidak tahu…). Dia tidak mengharapkan imbalan. Dia tidak mengharapkan apa pun dari yang dicintai-Nya. Semua Tuhan cintai dengan tulus.

Ada seorang anak kecil bernyanyi:

Burung pipit yang kecil, dikasihi Tuhan, terlebih diriku, dikasihi Tuhan

Bunga yang besar kecil, bunga indah warnanya, satu tak terlupa oleh Pencipta-Nya.


Di saat hati ini dilanda kekeringan, atau banjir kegelisahan, jangan lupa bahwa Tuhan masih dan akan terus mengasihi kita.

Stasiun kedua,

Oh, ternyata saya salah.

Cinta sejati bukan hanya milik Tuhan. Cinta sejati juga milik seorang Ibu dan Ayah kepada anak-anaknya.

Ada seorang anak. Dia selalu dirawat, dibimbing, dibesarkan dengan penuh kasih, diperhatikan, disekolahkan, dididik, dan dicintai oleh kedua orang tuanya. Kasih ibu dan ayah yang tak berkesudahan selalu menjadi motivasi tersendiri bagi anak itu. Maka tak heran, ketika sedih dan senang, malang dan untung, kedua orang tuanya selalu memberi dukungan kepadanya.

Stasiun ketiga,

Apakah cinta sejati hanya milik Tuhan dan orang tua?

Mmmm, saya kembali berpikir. Oh, tidak juga. Lalu bagaimana dengan nasib anak-anak yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya? Bukankah dia mendapatkan kasih dan cinta sejati dari pengasuhnya? atau calon pendamping hidupnya kelak?

Kembali lagi, sepertinya saya salah. Saya salah mengelompokkan cinta sejati. Cinta sejati itu tidak dikelompokkan lewat pertanyaan “oleh siapa?”… tetapi justru, tanpa pertanyaan dan tanpa syarat apapun.

Stasiun Terakhir,

Akhirnya, pikiran, perasaan, dan perbuatan tidak dapat dipisahkan dari cinta. (hehe… puitis sekali, akhir-akhir ini saya).

Segala sesuatu yang kita kerjakan itu akan lebih bermakna ketika orang saling mencintai. Dalam bekerja, kita mencintai pekerjaan kita (pasti dong, pekerjaan akan mencintai kita!). Dalam berteman, kita mencintai kawan-kawan kita. Dalam bersekolah, kita mencintai sekolah, almamater, dan jurusan kita (Thank’s to Elektro ITB). Dalam banyak hal, kita tidak akan lepas dari kata itu.

~diambil dari pikiran yang makin liar~

©Agustus 2009 | Bernardus Ari Kuncoro®

Related posts:

  1. Bukan Cinta Karena & Supaya, Melainkan Cinta Meskipun Pada Jumat pertama bulan September 2009 ini, saya mengikuti...
  2. Kata Puisi Cinta Akhir-akhir ini saya melalui hari seperti melewati gelombang sinusoidal...
  3. Puisi Surga Jika engkau dapat terbang dengan sayap putih itu, tolong...
  4. Tekun Tekun. Sebuah kata yang sangat bermakna. Maknanya sangat dalam,...
  5. Chord “Tak ada yang bisa” Lagi gandrung sama lagu ini, cuy. Keren, Andra and...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

7 Responses to “Perjalanan Cinta Sejati”

  1. on 04 Aug 2009 at 2:56 pmhebiryuNo Gravatar

    bot.. klo aku udah turun dari kereta itu.

    aku dah berhenti mendefinisikan cinta. tapi menjalani cinta.

    karena memang gak bisa dipahami.

    [Reply]

  2. on 04 Aug 2009 at 3:02 pmadminNo Gravatar

    mantablah, bot, kalau sudah berhenti mendefinisikan cinta. :)
    good luck. sudah berapa stasiun dilewati, bot? hehe.

    [Reply]

  3. on 10 Aug 2009 at 11:14 pmprincessNo Gravatar

    halo..ini kunjungan pertama. salam kenal yah. nyanyi burung pipit jadi ingat waktu sekolah minggu. hehehe. setuju, sesuatu harus dilakukan dengan cinta, dan hasilnya akan luar biasa. :)

    [Reply]

    adminNo Gravatar Reply:

    Salam kenal juga, Princess.
    Ya, bener banget. Waktu sekolah minggu saya memang senang menyanyikan lagu itu.
    Sebesar dan seberat apa pun masalah yang dihadapi, Tuhan pasti tetap mendampingi kita.
    Luar biasa. (cem Andrie Wongso aja… hehe)

    GBU.

    [Reply]

  4. on 03 Nov 2009 at 9:21 amKhetyNo Gravatar

    Benar juga perjalan kisah cinta, semua ini juga perlu kita sadari, perjalan cinta harus beliku-liku penuh percobaan yang kita hadami namun kia juga perlu keharmonisan di kehidupan kita….
    Aku apresiah dgn perjalan cinta ini…

    [Reply]

  5. on 06 Jan 2010 at 11:05 pmabdulNo Gravatar

    Salam kenal ya…

    Cinta itu sesuatu yang indah ,
    cinta sejati , cmn skdr ucapan, awalnya begitu indah, selanjutnya BUZZZ…….

    Cinta sejati itu ada,hanya saja ia mahluk yg datang nya sesekali di dalam kehidupan,,,di dunia ini… ia mahluk yg di ciptakan untuk melengkapi kesempurnaan maha karya ALLAH

    [Reply]

    adminNo Gravatar Reply:

    @Abdul
    Salam kenal juga Abdul.
    Yupppp… selamat mencari cinta sejati! (Atau sudah menemukan?) hmmm
    congratz!

    [Reply]

Leave a Reply