Pantai Waktu

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi Jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Tahun demi tahun
Windu demi windu

Kulalui selalu dengan membelai pantai

yang terkadang terkena pasir, karang, atau bebatuan

Buihku datang mencari secercah harapan dan menggapai impian,
meski terkadang terlalu keras menerpa atau lembut menyapa

Pantai waktuku membawa alegori kesetiaan
Menyapa bibir pantai
Merasakan hantaman kerasnya karang,
Menyisik lembutnya pasir,
Atau beramarah laksana kejamnya tsunami.

Seiring bertambahnya waktu
Hidup perlu keseimbangan
Antara sedih dan senang
Gembira dan Sungkawa
Tangis dan Canda

Terima kasih kawan2, atas ucapan selamat ulang tahunku yang ke-23!
Tentu saja, terima kasih kepada Tuhan yang selalu memberkati, orang tua yang selalu mendoakanku tiap pagi, keluarga, kawan2, dan teman2 semua. Juga orang terkasih, yang masih setia laksana pantai waktu dalam puisiku.

Share

Artikel yang berkaitan lainnya:

  1. Di Mana Tuhan?
  2. Senin Seksi
  3. Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …
  4. Senja di Dhaka
  5. Cuti Bersama 2010

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tagged with:
 

One Response to Pantai Waktu

  1. hebiryuNo Gravatar says:

    met ultah bot. nanti martabaknya jangan lupa foto2 ya. hehehe

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>