Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Good Morning – First Original Song

Good Morning by Ari Kuncoro
(please click it to listen to my song!)

Jakarta Pagi Hari

Good Morning

(Lyrics)

I am getting up in the morning
then open my eyes
and see the sky is red
because sun rises in the east

There are no cloud in the sky
makes me want to fly
To see the blue of sea
and the green of the lands

Oh Thank God,…
you bless me
oh Thank God,…
you give me all these things

Morning 3x
Morning 3x
good morning every one

==================================
This song was suddenly composed when I looked up the sky after getting up. Sky was clear and sun was beautiful. Anyway, I just want to greet you: Good Morning! :D

Kindly please listen and write comments!

Pantai Waktu

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi Jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Tahun demi tahun
Windu demi windu

kulalui…

selalu dengan membelai pantai
yang terkadang terkena pasir, karang, atau bebatuan
Buihku datang mencari secercah harapan dan menggapai impian,
meski terkadang terlalu keras menerpa… atau lembut menyapa…

Pantai waktuku membawa alegori kesetiaan
Ombak datang terus menerus
waktu demi waktu
Menyapa bibir pantai
Merasakan hantaman kerasnya karang,
Menyisik lembutnya pasir,
Atau beramarah laksana kejamnya tsunami.

Seiring bertambahnya waktu…
Hidup perlu keseimbangan…
Antara sedih dan senang
Gembira dan Sungkawa…
Dewasa dan Candaan…

Jika interospeksiku terlalu dalam,
Biarlah sang pembaca yang menguburnya agar menjadi dangkal. :D

Terima kasih kawan2, atas ucapan selamat ulang tahunku yang ke-23!
Tentu saja, terima kasih kepada Tuhan yang selalu memberkati, orang tua yang selalu mendoakanku tiap pagi, keluarga, kawan2, dan teman2 semua. Juga orang terkasih, yang masih setia laksana pantai waktu dalam puisiku. :D

Ragunan dalam Lensa

Hari itu panas sekali. Mendung. Tidak ada bantuan penyejuk udara yang mampu mengkondisikan badan di kamar. Setiap pori-pori tubuh mengeluarkan air asin atau yang lebih dikenal dengan keringat. Mungkin global warming sudah sangat menyebar ke seluruh Jakarta.

Kebetulan sekali sore itu saya ada janji dengan Hendra untuk pergi ke kebun binatang Ragunan. Saya ingin mempertajam seni penglihatan lewat bidikan kamera. Mari berburu foto!

Tidak ada sisa-sisa air hujan di sekitar jalan Warung Buncit menuju Ragunan. Namun ternyata di Ragunan sendiri habis hujan besar. Terlihat beberapa kubangan air di tempat parkir motor.

Click to continue reading “Ragunan dalam Lensa”

Kisah Dua Bersaudara

Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.

Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.

Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.

Click to continue reading “Kisah Dua Bersaudara”

Burung Elang

burung elang

Foto koleksi pribadi

Burung elang terbang mengangkasa cakrawala
Cakrawala nan biru menghiasi rasa
Turun ketinggian si burung elang
melihat paradigma alam lewat netranya

Bunga mekar berwarna-warni
merah, nila, ungu, jingga, dan kuning.
Bumi hijau tanah subur makmur memesona
Netra dingin segar kala terpercik air murni nan bening

Hati elang yang tlah lama beku dan tersayat
segera terobati…
akan hadirnya senyuman yang berharap setia menemani.

Senyuman yang tak bisa lepas
Senyuman yang tak bisa hilang
Senyuman yang menyejukkan jiwa

Elang datang setelah melanglang
Dan berani melewati tantangan
Tak gentar oleh siapa dan apapun…
Kecuali Sang Pencipta dan Khalik-Nya.

27 Fakta Mengenai Bangladesh

Berikut 27 fakta mengenai Bangladesh, berdasarkan hasil pengamatan saya selama tinggal 1,5 bulan di Dhaka, ngobrol2 sama kawan2, dan baca surat kabar lokal.

1. Dhaka memiliki enam musim (tiap 2 bulan ganti musim!) Nggak capek apa ya? Tiap dua bulan ganti musim…. Katanya yang paling parah itu bulan Juni/Juli. Bulan itu lagi bulan badai.

2. Orang Bangla suka makan permen Bangla, seperti gabah (kulit padi) sebagai hidangan pencuci mulut sehabis makan, tapi rasanya manis. Anda pertama kali tidak akan mengira kalau itu permen. he he.

3. 90% lebih penduduknya beragama Islam. Selebihnya Hindu dan sebagian kecil Kristen.

Click to continue reading “27 Fakta Mengenai Bangladesh”

Meluncur ke Blog “Naked Traveler”

Wah, pagi-pagi ini entah kenapa jiwa petualang saya lagi kumat. Jarang-jarang, kumat! :-) Dari Mbah Google, saya mengetik kata kunci “milis backpacker Indonesia”. Namun, saya tidak terlalu tertarik dengan hasil buruan. Lantas saya masukkan kata kunci lain, yakni “travel backpacker Indonesia”. Tak dinyana, saya nyasar ke blog seorang penulis “The Naked Traveller”. Sang empunya website adalah seorang wanita Indonesia yang sudah melanglangbuana ke berbagai tempat di belahan dunia sejak tahun 2000-an. Nama penanya adalah Trinity.

Ada banyak sekali jumlah arsip blog. Mbak T, sapaan akhrab dari fans-fans blog, mulai menulis sejak 2005. Sejarahnya adalah sebagai berikut:

Click to continue reading “Meluncur ke Blog “Naked Traveler””

Horn, Please!

Ada suatu kebiasaan buruk Orang Bangla di jalanan. Sopan santun mengemudi nampaknya kurang begitu diperhatikan. Apakah ini hanya opini saya??? Sehingga menurut mereka kalau tidak melakukannya malah dianggap tidak sopan???

Khusus yang jadi perhatian saya adalah masalah klakson. Sebenarnya tidak masalah jika malam hari, karena malam hari tak banyak kendaraan lalu lalang di sekitar apartemen. Jadi, amanlah telinga saya. Yang jadi masalah, ketika week end atau pengin bangun siang karena malam hari kerja…

Saya tidak bisa meneruskan mimpi indah saya hingga tuntas. Bagaimana tidak???
tiap menit tiap detik pasti ada bunyi klakson!
zzz…

Mungkin benar, harus ada sumpel kapas sepanjang tidur, supaya tidak terbangun gara-gara konser musik klakson jalanan. Apakah dalam bayangan mereka ada tulisan “Horn, please!” di belakang truk, seperti salah satu foto berikut???

Click to continue reading “Horn, Please!”

Kafe Bitter Sweet

Di dekat KBRI Dhaka, ada sebuah kefe yang lumayan cozy. Namanya Kafe “Bitter Sweet”. Jarang ditemukan di Dhaka. Konsepnya minimalis, futuristik, dan modern. Lampionnya berwarna putih dengan pendaran cahaya lampu kuning. Menu yang disajikan kebanyakan ala Italia seperti pasta, capuccino, dan masakan ala barat lainnya seperti french fries. Harganya pun pada kisaran normal, sekira 260 taka untuk satu buah pasta dan 160 taka untuk satu hot chocolate.

Kafe ini beralamat di Road 53 Gulshan 2, Dhaka. Sebelah KBRI persis. Pertama kali pasti Anda tidak mengira ini kafe, karena Anda cuma menjumpai tulisan “OPEN” di lantai bawah. Usut punya usut, ada kafe yang berada di lantai dua. Anda harus olah raga sedikit. Satu hal yang pastinya saya tidak akan pernah tahu, kecuali ada sang pemandu! Yap, ada salah seorang rekan saya, Kukuh, yang merekomendasikan kami pergi ke kafe tersebut. Kukuh merupakan staf KBRI Dhaka, sudah tinggal di Dhaka hampir 4 tahun. :-)

Anda mau lihat screen syut kafe tersebut? Ini dia…

Click to continue reading “Kafe Bitter Sweet”

Delapan Sumber Inspirasi Menulis

Malam ini saya mencoba mengurai delapan sumber inspirasi tulisan ala cucunya Mbah Adi Sudarto dan Mbah Pawiro Wasito, yang tidak lain tidak bukan adalah saya sendiri. Adapun maksud dan tujuan saya menulis artikel ini adalah untuk membakar semangat pemuda-pemudi Indonesia agar budaya jiplak menjiplak benar-benar menjadi budaya malu. Sungguh malu, saya… jika menyontek atau copas (copy paste) tulisan orang. :-)

Inspirasi itu jangan pernah disalahkan, karena ketidakhadirannya. Bukankah inspirasi itu selalu ada di sekitar kawan-kawan sekalian?

Menurut hemat saya, sumber inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Dari apa saja dan dari siapa saja. Mau tahu, kawan? Cekidot, cekidot!

Click to continue reading “Delapan Sumber Inspirasi Menulis”

« Newer Entries - Older Entries »