Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Nyaman vs Tidak Nyaman

Rasa nyaman salah satunya bisa berarti situasi yang steady state atau tunak. Seperti kapasitor, dia punya kapasitas menyimpan muatan. Apabila kapasitas muatannya sudah penuh, dia tidak akan bisa lagi menyimpan muatan.

Lawannya nyaman adalah rasa tidak nyaman. Anda bisa merasa ingin keluar dari situasi tidak nyaman. Penat. Anda cenderung menolak muatan yang akan masuk. Sebisa mungkin kulit terluar kita menopang semua masukan dari luar.

Namun, terkadang saya tidak suka hal-hal yang terlalu nyaman. Monoton. Rutin. Ingin ada tantangan. Ingin tahu yang baru-baru.

Saya juga tidak suka hal-hal yang tidak terlalu nyaman. Serba kekurangan. Serba repot. Berbelit-belit. Terlebih lagi, yang gampang dibikin susah.

Ah, itu sih pintar-pintarnya saya saja mendefinisikan kata-kata. :-) Penginnya manusia saja.

“Ah, menghayal… kamu,” kata Ibu saya dulu ketika saya sering menghayal dan mengungkapkan mimpi saya pada beliau.

Artikel yang berkaitan lainnya:

  1. Sekali Saja
  2. Meraih dan Mempertahankan
  3. Gitar
  4. Kata-Kata Mutiara
  5. Tiga Cara Atasi Mencret

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

5 Responses to “Nyaman vs Tidak Nyaman”

  1. on 02 Jul 2010 at 8:46 amOriNo Gravatar

    Kalo di Dhaka..itu termasuk nyaman atau tidak nyaman nih ? ^___^

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    Ada nyaman dan tidak nyamannya, boss… :p

    [Reply]

  2. on 17 Jul 2010 at 1:48 pminvestasi emasNo Gravatar

    wah klo berbicara tentang yang ini kayaknya gak bakalan pernah satu arah,…

    [Reply]

  3. on 20 Jul 2010 at 2:16 pmzakkiNo Gravatar

    semua itu relatif intinya…

    buat orang nyaman belom tentu buat orang lain nyaman e.g. kalo ada orang nyanyi, si penyanyi mungkin ngerasa nyaman, tapi yang ngedengerin bisa jadi ada yang ga nyamane wkwk…

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    ha ha ha…

    iya Ki. pengin duwe studio musik dhewe. ben ora brisiki wong. wakakakak…

    pengalaman pribadi mode: on.

    [Reply]

Leave a Reply