Terkadang kita merasa, tak ada jalan terbuka…
Tak ada lagi waktu… terlambat sudah.

(sebuah kutipan dari lagu rohani “Dia Mengerti” karya Isaac Arief yang mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada).

Well, saya baru saja mendengar sebuah renungan di gereja ketika Misa Minggu Prapaskah ketiga. Gereja Katolik Fransiskus Asisi Tebet, yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Usut punya usut, Gereja yang sekompleks dengan sekolah SD, SMP, dan SMA Asisi tersebut menyimpan kenangan akan Obama. Yap, Obama pernah sekolah SD Fransiskus Asisi, menurut berita Seputar Indonesia RCTI yang beberapa hari lalu saya tonton.

Kembali lagi ke renungan awal,… tak ada hubungannya dengan Obama.

Berikut kutipan Injilnya:

“Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Lukas 13:6-9)

Fiuh… renungan yang menurut saya, menampar jiwa-jiwa manusia, yang pada dasarnya tak akan pernah luput dari dosa. Termasuk saya. Perumpamaan itu disampaikan Tuhan Yesus kepada beberapa orang yang mempertanyakan kepadanya tentang arti pertobatan.

Kalau kata buku oase rohani, kutipan Injil di atas terdengar menyeramkan. Yaaa… saya pun merasa begitu. Bayangkan, pohon itu adalah kita, sedangkan pemilik kebun anggur adalah Tuhan. Kita tidak tahu waktu dan saatnya Tuhan datang dan memanggil kita. Namun, Tuhan yang penuh kasih pasti selalu berharap menemukan kita sedang berbuah.

Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuah! So, tunggu apa lagi?

Ada sebuah renungan menarik, yang tidak bosan-bosan saya baca berulang-ulang:
(di ambil dari sebuah buku renungan “Satu Perjamuan Satu Jemaat Edisi Maret” yang dibagikan ketika saya mengikuti Misa Jumat Pertama di kantor, khususnya halaman terakhir: 66-67)


HIDUP ADALAH ANUGERAH

hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar,
ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu,
ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu,
ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu,
ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu,
ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak,
tetapi tidak mendapatkannya

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor
dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai,
ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh,
ingatlah akan seseorang yang harus berjalan kaki untuk
menempuh jarak yang sama

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
ingatlah akan para pengangguran, orang cacat, dan mereka
yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan
kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu,
pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada
Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan, dan isilah itu.

Nikmatilah setiap saat dalam hidupmu, karena mungkin itu tidak akan terulang lagi!

Semoga renungan ini menginspirasi. Hal paling sulit adalah melaksanakannya ke kehidupan sehari-hari.

Tuhan Memberkati, … :-)

Share

Artikel yang berkaitan lainnya:

  1. Di Mana Tuhan?
  2. Kata-Kata Mutiara
  3. Kata Cinta
  4. Bukan Cinta Karena & Supaya, Melainkan Cinta Meskipun
  5. Perjalanan Cinta Sejati

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tagged with:
 

2 Responses to Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …

  1. mezoNo Gravatar says:

    bukannya obama sd-nya di SDN 1 menteng besuki ya? mgkn itu kembarannya obama kali cor :-\

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    hehe… mungkin aja. Gw jg blom lahir tahun 60an Mez…

    But, let’s see, here, the news.
    berita dari okezone

    dari situ tertulis kalau Obama pernah sekolah di SD Asisi selama 3 thn (kelas 1-3), trus pindah ke SDN 1 Menteng Besuki, lantaran keluarganya pindah ke Menteng. Begitu, Mez… :)

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>