Arung Jeram Cicatih, Sukabumi. Inilah tempat rafting saya yang pertama. Seru, takut (karena saya kurang lihai berenang), dan menantang! Begitulah yang saya rasakan ketika kegiatan rafting tanggal 15 Januari 2010 kemarin bersama rekan-rekan satu tim CO, NSN.
Pagi itu masih buta. Buta, karena saya tidak biasa berangkat ke kantor sepagi ini, yakni jam setengah 7 pagi. Masih terlalu dini, nampaknya.

Kostum hari ini tentu saja bukan kemeja. Tapi ada saja yang memakai kostum itu, yakni Pakdhe Hendri. Beliau adalah salah satu sesepuh Intelligent Network Siemens. Namun beliau kurang beruntung hari ini, karena menjadi bahan humor pagi. Humor yang klasik: “Mau interview, ya?” plus humor yang lebih nakal lagi: “Pamit sama keluarga ke kantor, ya… pasti? padahal mau outing!” hahahaha…

Satu tas berisi peralatan tempur: handuk, kapmes (baca dari belakang), baju ganti, alat-alat mandi, dan macem-macem menjadi tentengan saya. Bus bergambar Beethoven bernuansa biru, full ac, full karaoke, dan ber-plat K (daerah Pati, Jawa Tengah, meskipun kita di Ibu Kota) adalah alat transportasi kami. Wow, sungguh senang hari ini, karena kami akan berangkat rekreasi. Baru kali ini dalam sejarah saya bergabung di sini, saya mengalami yang namanya outing. Bagaikan menemukan oase di tengah gurun pasir.

Tujuan outing pertama saya adalah: Cicatih, Sukabumi.

Bus berangkat dari Menara Mulia jam 8 kurang 10 menit. Kami awali dengan absen dan berdoa. Mbak Yeni, sang assisten boss Kari memimpinnya. Kira-kira 40-an rekan turut serta. Kurang lengkap sebenarnya, karena ada beberapa rekan yang tidak ikut. Sungguh sayang, sebenarnya… mereka tidak turut serta.

Di tangan kami sudah ada kaos seragam bernuansa ungu yang akan kami kenakan ketika rafting nanti. Di bagian depan kaos ada gambar logo perusahaan, di belakang kaos bertuliskan ch@rge dan nomor-nomor cost centre yang menjadi tumpuan kami untuk klaim lemburan, reimburse, medical, dsb. Ah, lupakan sejenak itu…

Sekarang kita outing!

Perjalanan ini dapat dibagi menjadi dua tahap jalan. Jalan tahap pertama adalah Jalan tol. beuh, lancar jaya! Melihat pemandangan arus lalin dari arah berlawanan, saya cuma bisa merasa kasihan. Mereka masih berangkat ke kantor, ya? haha…

Jalan tahap kedua adalah jalan sempit. Jalan ini kami lewati setelah masuk jalan Bogor – Sukabumi. Teman-teman kendaraan kami sebagian besar adalah truk pengangkut galon aqua. Kiri kanan jalan hijau permai. Suasana yang indah, memesona, dan eksotis. Beda dengan negara belahan bumi utara sana yang sedang dingin-dinginnya dan tertutup salju. Indonesia bulan-bulan ini justru mengeluarkan keindahan alamnya. HIJAU!!!

Lagu karaokean Bon Jovi, Chrisye, Rossa, sempat diputar untuk mengiringi perjalanan kami. Rekan kami, Indra unjuk kebolehan untuk memamerkan suaranya. Saya sebenarnya ingin tergerak mengeluarkan suara saya yang tak seberapa indah, … ehm. Tapi urung jua. Kapan-kapan lah… Biar pada penasaran. Wakakak…

Sekitar jam 11 kami sampai tujuan dan disambut dengan ramahnya para pemandu. Welcoming drink (es kelapa pinky), makan siang, dan hujan gerimis dangdut jadi saksi. Ngomong-ngomong, menu makan siang kala itu bernuansa Sunda. Mentimun sebagai lalapan, ayam kecap, tempe goreng, sayur asem, nasi putih pulen, dan pisang goreng jadi terasa nikmat, karena kami makan bersama-sama dan di bawah tenda biru pula. (cie)… Sayang, perut saya kepenuhan! Tak tahan, saya pun meninggalkan jejak petualang di sini. hehe.

Ketika rekan-rekan kami yang Muslim sholat Jumat, kami masih berada di tempat perjamuan. Permainan kartu jadi pembunuh waktu. Tapi, kurang pas juga kalau disebut pembunuh waktu.

Masih di bawah tenda biru tapi di sudut sana ada dua Boss: Boss Farel dan Boss Jannes sedang asyik bermain Joker Karo dengan kipasan beberapa uang lima puluh ribuan. Sementara di sudut sini, kami bermain kartu Uno. Jujur, ini pun pertama kali saya memainkannya. Saking semangatnya, lincak (bahasa Jawanya bangku) tempat kami bermain, ambles ke tanah setengah kaki, karena tak mampu menopang betapa beratnya bobot kami.

Sesi foto juga masih berlanjut, karena banyak diantara kami yang gila foto dan difoto. Klop sudah! :-)

Dan, petualangan dimulai. Rekan-rekan yang telah selesai menunaikan ibadahnya bergabung kembali. Empat angkot putih menanti kami menuju starting point. Perjalanan dari tempat perjamuan menuju starting point memakan waktu sekitar 15 menit. Perjalanan yang terasa lama menurut saya, karena jalan aspal itu sudah rusak dan tidak terawat. Gronjal gronjal, tak beda jauh sama jalan kampung saya di Lampung.

Well, setelah sampai di starting point, kami diminta langsung mengenakan tiga peralatan penting: life vest, helm, dan dayung. Pemandu memberikan wejangan-wejangannya, seperti bagaimana memegang dayung, mempraktikkan aba-aba boom, pindah kiri, pindah kanan, dsb.

Tiap perahu karet terdiri dari 4-5 orang plus seorang pemandu. Sang pemandu berada di belakang perahu. Kala itu saya satu tim dengan Pakdhe Hendri, Dimas, Shandy, dan Andi. Duduklah saya di bagian depan sebelah kanan.

Sensasinya, bung! hmmm pertama kali masuk perahu karet, agak deg deg syur. Melewati jeram pertama, adrenalin saya meningkat tajam. Jeram pertama bernama “jeram ngehek”, Kata sang Pemandu, Aa Fitri.

Melewati jeram pertama ternyata tak sesulit yang dibayangkan, tidak ada yang jatuh, gerakan perahunya MULUS! Tenang, masih ada 19 jeram yang harus diarungi! :-)

Tak lama setelah itu hujan deras mengguyur sungai. Yeyeyeyey, dingin sekali. Lebih baik bergerak mendayung perahu, daripada diam saja. Nampak dari sudut sana seekor biawak tanggung sedang nangkring di batu. Hmm, eksotis sekali kelihatannya. Kesan liar makin bertambah.

Makin seru dan makin seru arung jeram sepanjang 12 kilometer sungai ini. Setengah dari total 20 jeram yakni jeram ngehek, asmara, kuku patah, lubang batu, dan entah apa lagi namanya, saya lupa… berhasil kami lewati dengan anggun. Dari keseluruhan perahu karet, belum ada yang jatuh. Sang pemandu memang bilang bahwa tingkat kesulitan jeram-jeram barusan belum seberapa dibandingkan jeram selanjutnya. Namun, pengalaman mengecap air sungai rasa milo jadi kenangan. haha…

Setengah perjalanan telah kami lalui. Kami pun lantas beristirahat di sebuah gubug buatan lengkap dengan fasilitas toilet. Di sana pun kami disuguhi kelapa muda dan gorengan. Hmmmm. Nikmat sekali. Kesempatan ini tak kami sia-siakan dengan berfoto bersama.

Perjalanan dilanjutkan. Sempat saya bingung di mana tim saya. Hahaha… dasar, terlalu kenyang dengan air kelapa mungkin. Jadi, pandangan jadi jauh ke depan, padahal perahu berada di samping kanan saya.

Semangat ’45 membara. Adrenalin kami meningkat setelah melewati jeram dengan tingkat kesulitan atau grade 4. Beuh, hampir saja, kami nyangkut di batu. hahaha. Ini memang berkat kelihaian sang Pemandu. Aplaus untuk beliau! Katanya jeram itu amat ditakuti oleh sebagian besar pemandu. Namun, kami berhasil! berhasil melewati jalan sebelah kiri yang terkenal garang.

Ada satu jeram yang sempat menjatuhkan dua orang sekaligus, yakni Mas Ori dan Mas Mukti. Hmmm… Mantab jatuhnya! Dan, perahu kami berhasil “memangsa” seorang darinya, yakni mas Ori. Waw…. tim kami berhasil menambah anggota!
Tapi, kalau dipikir2, seru juga ya kalau jatuh.

Perjalanan 12 km kami akhiri di suatu resort gubug asri. Dari arah sana terhampar sawah luas menghijau. Luar biasa indahnya pemandangan ini. Tiada duanya di dunia.

Sebelum membilas, kami bermain flying fox. Sayang, saya hanya mencoba satu jenis flying fox yang tipe berdiri, yang lumayan memberikan rasa sakit pada selangkangan saya. Padahal, ada satu tipe flying fox spyderman dengan posisi tengkurep.

Sore itu kami lapar. Waw! prasmanan ikan, sop daging empuk, lalapan sunda, sambel trasi, nasi pulen, dan buah pisang jadi santapan nikmat! Di situ, kami juga disuguhi hasil jepretan arung jeram yang tadi kami lakukan lewat proyektor. Seru, Bung!

Sayang, perjalanan ini harus kami akhiri. Beberapa angkot putih sudah siap mengangkut kami menuju tempat perjamuan pertama. Bus Bianglala biru sudah menanti kami. Tepat pukul 5 sore kami berangkat pulang ke Jakarta. Bisa dibilang macet, karena baru jam 9 malam kami sampai di Menara Mulia, gedung kantor tersayang.

Terima kasih NSN dan teman-teman. So nice, guys!

Share
Tagged with:
 

23 Responses to Mengarungi 20 Jeram Cicatih

  1. rapNo Gravatar says:

    jeram ngehek perasaan jeram ke2/ke3 deh :D

    @rap
    jeram pertama apa, boss? terlena?

  2. Budi P SanjayaNo Gravatar says:

    yahh… gagal pertamax lg…
    @rap itu Rakhmat yah?

    mantap niyy story-nya bro…
    pasti semangat bgt niyy pas lg nulisnya, acara rafting masih seger2nya di ingatan

  3. iyungNo Gravatar says:

    banyak gitu nama jeramnya.. ada yg nama artis kalo ga salah.. hehe
    untung ga ada testnya.. :D

  4. hebiryuNo Gravatar says:

    wah seru neh. hahaha.. foto2nya ditambahin dong. foto2 pas makan2..

  5. setiawanNo Gravatar says:

    keren keren euy, yuk kapan kapan rafting lagi

  6. dimasNo Gravatar says:

    mantaf gan.. rafting lagi, di sungai citarik :D

  7. keknya seru cerita planning rafting nya Cor….

    kapan mau raftingnya nie… ? minggu ini ya… ?
    ajak2 ya.. jangan ditinggal lho :)

  8. TitoNo Gravatar says:

    Satu kata … MANTABS !!!

  9. arikuncoroNo Gravatar says:

    jeram pertama apa, boss? terlena?

  10. arikuncoroNo Gravatar says:

    betul, rap adalah Rakhmat Adi Pratama, yang duduk di sebelah kiri mas Budi. hehe…

    thank you, Mas… mantab!

  11. arikuncoroNo Gravatar says:

    hehe… kalo ada test nya ogah juga awa ngapalin, Yung.

  12. arikuncoroNo Gravatar says:

    siiip, seru kn Mas Heb. keren.. sayang, Mas Heb nda ikut si… kmn Bot?

  13. arikuncoroNo Gravatar says:

    ayo, Wan! di kali Citarik, tuh… kata Dimas,
    atau di sungai sebelah MM?

  14. arikuncoroNo Gravatar says:

    ayo, Gan… mau juga… xD

  15. arikuncoroNo Gravatar says:

    hehe… ok boss,
    siap2 aja, rafting selanjutnya.

  16. arikuncoroNo Gravatar says:

    MANTABS juga, Mas!!!

  17. mezoNo Gravatar says:

    corooooo, psm 2004 kapaaaaaaaannn??? iri mode: on :D hehe

  18. arikuncoroNo Gravatar says:

    ayo, Mez… kapan ni? bulan2 ini lagi bagus2ny buat arung jeram! hehe

  19. buncisNo Gravatar says:

    hohoho….

    seinget gw, urutan jeram:
    ke1: slalom
    ke2: ngehe
    ke3: asmara
    ke4: serius
    ke5: jontor
    ke6: gw lupa… hahahahahaha…..

    seru banget emg,, apalagi pas disuruh boom sama trainernya. hohooh…

    oia, flying fox nya kurang tinggi.

  20. arikuncoroNo Gravatar says:

    busyet, inget juga lu ya?
    eh, ke1 itu terlena ah… gak pernah denger slalom…
    apa tiap pemandu punya nama2 sendiri yak?
    lol

  21. kalo arung jeram itu harus bersama team ya memainkannya? ngga bisa sembarangan sewa perahu? :P

  22. arikuncoroNo Gravatar says:

    Yup, harus bareng Pemandu juga, Bro. Biar Aman.

  23. gun'sNo Gravatar says:

    jadi pengin nyobain gan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.