Kisah Dua Bersaudara
Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.
Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.
Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.
“Aku ingin memberikan dua karung padi dari lumbungku ini kepada kakakku. Kasihan, dia… hidup sendiri. Ketika aku sakit, aku masih punya isteri dan lima anakku yang akan merawatku. Sedangkan kakakku, tidak sepertiku. Kiranya dua karung padi ini dapat menjadi cadangan makanannya di kala kekurangan,” kata Bungsu dalam hati.
Maka Bungsu dengan diam-diam memberikan dua karung beras ke dalam lumbung padi Sulung.
Ternyata, Sulung juga melakukan hal yang sama dalam waktu yang sama.
“Aku ingin memberikan dua karung padi dari lumbungku ini kepada adikku. Dua karung padi ini mungkin bisa mengurangi bebannya. Kasihan, dia… tanggungannya banyak. Satu isteri dan lima orang anak. Sedangkan aku, karena sendiri, masih lebih dari cukup,” kata Sulung dalam hati.
Maka Sulung juga dengan diam-diam memberikan dua karung padi itu ke dalam lumbung padi Bungsu.
Keesokan harinya mereka terkejut mendapati jumlah karung dalam lumbung padi mereka tetap sama. “Bukankah kemarin aku mengirimkan dua karung padiku kepada adikku?” kata Sulung.
Begitu juga dengan Bungsu. “Bukankah kemarin aku mengirimkan dua karung padiku kepada kakakku?”

Foto diambil dari website: scottynordstrom.org
Hal ini terjadi seterusnya berkali-kali sampai pada suatu ketika Bungsu terlambat mengantarkan dua karung padi ke lumbung padi Sulung. Sulung yang kala itu diam-diam membuka lumbung padi Bungsu tiba-tiba terkejut dengan kedatangan adiknya yang menepuknya dari belakang dan telah mengeluarkan air mata tanda haru.
Mereka baru sadar ternyata selama ini mereka melakukan hal yang sama satu sama lain.
Mereka berpelukan erat dan lama. Tangisan haru tak kuasa membasahi wajah masing-masing kedua saudara itu. Cinta persaudaraan antara mereka terus bersemai dan tak lekang oleh jaman dan perubahan.
Semoga menginspirasi khususnya bagi kakak dan adik yang sering berantem.
Artikel yang berkaitan lainnya:
- Harmoni
- Kata-Kata Mutiara
- Sabun dulu, atau Gosok dulu?
- Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …
- Dia Menuliskan Ceritamu
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (18)
- Tiga Cara Atasi Mencret (16)
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2) (5)
- Burung Elang (4)
- Nokia Chat (4)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (4)
- Kata Cinta (4)
- Kata-Kata Mutiara (2)
- Senja di Dhaka (1)
- Website Name Myth (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23585)
- Kata Cinta (12984)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11091)
- Kata-Kata Mutiara (3421)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3151)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3140)
- Perjalanan Cinta Sejati (2648)
- Nokia Chat (2419)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2089)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2081)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
obat bau badan on Moves Like Jagger
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

