Hujan Pertama di Dhaka
Malam ini sengaja saya tidak tidur cepat, karena mata masih belum mau terpejam. Saya masih asyik dengan bacaan milis kampus Ganesha 10 tercinta. Ada keramaian milis di sana, sehingga saya hanyut dalam membaca.
Tiba-tiba saya terusik dengan latar suara yang mengusik kesunyian malam. Kota Dhaka beda malam ini. Tak setenang biasanya. Angin besar berhasil menyapu debu-debu dan melambaikan ranting pohon-pohon tinggi di jalan sekitar apartemen. Dari sudut jendela kamar lantai dua ini, terlihat debu-debu itu seperti kabut. Suara angin dan gemeretak kaca membuat suasana malam makin mencekam. Mungkinkah hujan? Ah, nampaknya tidak.
Peralihan musim akan segera terjadi. Sekadar informasi, enam musim menjadi milik negara yang bertetangga dengan India ini. Nggak capek apa, ya tiap dua bulan sekali ganti musim? Rekan kerja saya, Sumon, pernah memberitahu enam musim itu. Namun, saya tak begitu ingat musim apa saja. Yang pasti saat ini sedang musim panas. Interval temperatur di negara ini lumayan besar. Musim dingin bisa mencapai 4 derajat Celsius. Musim panas bisa mencapai 38 derajat Celsius.
Yah, semoga malam ini tidak ada apa-apa. Berjalan seperti biasa. Walaupun angin tak bersahabat.
Beberapa menit berlalu. Ah, ternyata benar dugaan saya, hujan mulai tiba dan, byaaar… byuuuur…. hujan disertai badai deras melanda.
Hujan ini adalah hujan pertama di Dhaka, semenjak sebulan sudah saya di sini.
—
Keesokan harinya, saya mendapati udara lebih bersih. Langit menjadi biru, walaupun tidakk terlalu biru. Burung-burung juga mulai bernyanyi dengan riang. Air hujan tadi malam mampu membersihkan debu-debu yang menempel di daun-daun. Hal ini membuat wilayah Gulshan menjadi sedikit lebih segar.
Ngomong-ngomong, hari ini hari Jumat, hari libur untuk Bangsa Bangladesh. Tidak tampak begitu ramai orang-orang bekerja. Ricksaw, becaknya orang Bangladesh, juga tidak banyak bertebaran di jalanan. Hanya suara pembangunan gedung dan suara generator pertanda sedang “mati listrik” membuat suasana pagi ini menjadi lebih hidup.
Hujan pertama yang menyegarkan ini laksana oase di tengah padang gurun. Menyegarkan. Melegakan. Membersihkan. Ibarat sebuah foto buram yang telah diedit dan difilter dengan Photoshop, lho.
Artikel yang berkaitan lainnya:
- Musim Semangka di Bangladesh
- Shower Mati ketika Mandi
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2)
- Gitar
- Senja di Dhaka
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
One Response to Hujan Pertama di Dhaka
Leave a Reply Cancel reply
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23664)
- Kata Cinta (13009)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11161)
- Kata-Kata Mutiara (3422)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3154)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3143)
- Perjalanan Cinta Sejati (2653)
- Nokia Chat (2430)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2090)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2089)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
Guskar on Tiga Cara Atasi Mencret
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda


wow..interval yang sangat besar untuk waktu satu hari. Ck ck ck..hahaha :P
Di tempat saya intervalnya juga besar, tapi tidak dalam satu hari. Biasanya dalam 1 minggu. Misalnya, awal minggu lalu, temperatur 30 celcius, akhir minggu nya bisa -2 celcius.
[Reply]