Horn, Please!
Ada suatu kebiasaan buruk Orang Bangla di jalanan. Sopan santun mengemudi nampaknya kurang begitu diperhatikan. Apakah ini hanya opini saya??? Sehingga menurut mereka kalau tidak melakukannya malah dianggap tidak sopan???
Khusus yang jadi perhatian saya adalah masalah klakson. Sebenarnya tidak masalah jika malam hari, karena malam hari tak banyak kendaraan lalu lalang di sekitar apartemen. Jadi, amanlah telinga saya. Yang jadi masalah, ketika week end atau pengin bangun siang karena malam hari kerja.
Saya tidak bisa meneruskan mimpi indah saya hingga tuntas. Bagaimana tidak???
tiap menit tiap detik pasti ada bunyi klakson!
zzz…
Mungkin benar, harus ada sumpel kapas sepanjang tidur, supaya tidak terbangun gara-gara konser musik klakson jalanan. Apakah dalam bayangan mereka ada tulisan “Horn, please!” di belakang truk, seperti salah satu foto berikut???

Gambar diambil dar www.knoxpix.com. (Kemungkinan besar truk ini ada di wilayah India)
Nampaknya benar. :-( Rasa ingin pulang membara!!! ha ha ha. HORE!!! Sebentar lagi…
Artikel yang berkaitan lainnya:
- Hujan Pertama di Dhaka
- Gitar
- Di Mana Tuhan?
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2)
- Shower Mati ketika Mandi
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
3 Responses to Horn, Please!
Leave a Reply Cancel reply
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Delapan Sumber Inspirasi Menulis (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (26164)
- Kata Cinta (13475)
- Tiga Cara Atasi Mencret (13289)
- Kata-Kata Mutiara (3524)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3290)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3200)
- Nokia Chat (2822)
- Perjalanan Cinta Sejati (2796)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2220)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2152)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
ray on Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel
neni hartati on 5 Artikel Favorit di Blog saya sepanjang 2010
Laras on 27 Fakta Mengenai Bangladesh
mhairi on Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City
buah untuk diet on Dia Menuliskan Ceritamu
pandu on Tiga Cara Atasi Mencret
Guskar on Tiga Cara Atasi Mencret
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda


weleh, kaya di jkt ga aja cor =P
mungkin tata letak tempat tinggal yg terlalu mepet dgn jalan raya jd lu merasa bising, cor. dr cerita lu keliatan lah kalo tata ruang kota di bangla masih kudu byk perbaikan, ya ga seh =P
HONK!
hehehe
[Reply]
arikuncoro
Reply:
April 24th, 2010 at 3:04 pm
yoi… Mez. Memang, tata kota masih belum baik di sini. Jakarta juga begitu adanya. Gw jg gak menutup mata maupun telinga. Buktinya, gw masih bisa denger klakson!!! HONK.. hehe
Dari sini gw jg bisa belajar, bahwa kemakmuran suatu negara itu sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. Masih banyak warga yang belum berpendidikan di Bangladesh, terutama yang berumur 40 thn ke atas.
Naaah, sekarang, Bangladesh itu sedang gencar2nya memajukan bidang pendidikan. Mereka sangat menyadari hal itu kalau gw baca di surat kabar.
Satu hal yang menjadi kelebihan, Bahasa Inggris sangat umum digunakan. Tukang becak saja bisa bahasa Inggris, meskipun sepotong2. Bahasa inggris merupakan bahasa kedua setelah bahasa Bangla.
Gw yakin, kl pemerintah Indonesia bener2 investasi ke pendidikan, Indonesia bakal maju, meskipun baru terasa efeknya 20-30 tahun mendatang. Nggak usah repot2 bikin UU cacat moral pemimpin, rakyat masih bisa mikir jernih dan tidak mudah dihasut untuk memilih pemimpin yang terbaik.
Dan, bukan mustahil, nantinya Bangladesh bakal lebih baik dari Indonesia tidak hanya dari segi tata kota, setelah masyarakatnya punya wawasan luas dan pemikiran yang terbuka. Sampai sekarang ini masyarakat Bangladesh sedang giat2nya membangun negara serta masih harus berjuang dengan krisis listrik, air, dan gas. Mereka pekerja keras, namun… tuntutan hidup dan kemiskinan masih menjadi kendala hidup mereka.
[Reply]
wah,. g jauh beda ama di Bandung pada waktu week end,.
apalagi rumah samping jalan raya,.
g isa tidur dech,. (-___-”)
[Reply]