Hari ini saya membaca Oase Rohani. Sebuah buku renungan yang inspiratif, khusus orang muda. Penulis dari buku ini beberapa di antaranya adalah kawan saya, Devina Saputra (Farmasi ITB) dan Theresa Subaryani (Elektro ITB).

Renungan hari ini berkisah tentang Rendy. Rendy mengalami masalah keluarga yang pelik. Ibunya selalu bercerita pada Rendy tentang masalah tersebut. Rendy yang sedang jauh dari keluarganya karena studi hanya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya. Ia sungguh merasa tidak kuat sehingga nilai kuliahnya hancur. Di saat yang sama, judul Tugas Akhir yang hampir selesai dia kerjakannya pun ditolak sehingga ia harus mengganti judul baru. Setahun adalah waktu yang harus dia bayar.


Penyesalan demi penyesalan menghinggapi Rendy. Di saat dia terpuruk, terkadang ia menanyakan, “Di Mana TUHAN?” Engkau tidak pernah mendengarkan dan menolong permasalahanku! Hidupku sudah banyak masalah, kenapa TUHAN menambah masalahku dengan masalah ini? kenapa???

Fiuuuuh…
Terkadang, kita juga mengalami masalah berat dalam hidup.
Terkadang, kita juga menanyakan keberadaan Tuhan dalam hidup kita…
Di mana Tuhan?
Di mana Engkau sekarang????

Pernah saya mendengar renungan yang menyejukkan hati ketika saya masih duduk di bangku SMA.

Tuhan, ketika aku bahagia, senang, Engkau menuntunku dengan tangan-Mu. Engkau menggandengku dengan mesra. Aku bisa melihat bayangan-Mu di sisi kananku….

Tuhan, ketika aku sedih, banyak masalah, dan merasa dikucilkan, Engkau di mana? Di mana, Tuhan? Engkau serasa pergi tak berbekas. Semua keluarga dan kawan-kawanku mementingkan diri sendiri, tidak memedulikanku. Termasuk Engkau Tuhan!
—-

Setahun berlalu, Rendy berhasil menyelesaikan tugas akhirnya. Nilai dapat ia perbaiki dengan hasil yang sangat memuaskan! Permasalahan keluarga masih menjadi cerita. Namun Rendy lebih siap menghadapinya.

—-

Hai Anak-Ku, tak tahukah kamu? Aku sekarang memang tak menggandengmu.
Tahukah kamu Anak-Ku?
Aku sekarang menggendongmu, menimangmu dengan mesra, menengadahkanmu ke langit supaya kamu dapat melihat birunya langit pada siang hari dan indahnya bintang pada malam hari. Hingga nanti akan hadir pelangi dan kau akan merasa bahagia mengalami masa di mana Aku menimangmu.

Lalu Aku akan kembali menuntun dan menggandengmu dengan mesra.—-

Terima kasih, Tuhan atas berkat-Mu pada hari ini.

“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8)

Share

Artikel yang berkaitan lainnya:

  1. Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …
  2. Kata Cinta
  3. Perjalanan Cinta Sejati
  4. Horn, Please!
  5. Dia Menuliskan Ceritamu

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tagged with:
 

3 Responses to Di Mana Tuhan?

  1. dansatNo Gravatar says:

    haha, tau aku cor posting tentang sopo iki :-D

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    buh… langsung dikomen.
    hehe… apa seh, beneran ini dari buku renungan, bro… :-)

    [Reply]

  2. Tuhan tidak mencegah kita dari segala kesulitan & kesusahan yang ada.

    Tapi Tuhan menyertai kita di dalam kesusahan & kesulitan tersebut.

    Oleh karena itu, saya masih heran mengapa ada banyak orang yang masih mengait-ngaitkan bencana, penyakit, musibah, kesulitan dengan “hukuman Tuhan”.

    Padahal kan mengikut Tuhan bukanlah sebuah jalan tol tanpa kesulitan.

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>