Rasa nyaman salah satunya bisa berarti situasi yang steady state atau tunak. Seperti kapasitor, dia punya kapasitas menyimpan muatan. Apabila kapasitas muatannya sudah penuh, dia tidak akan bisa lagi menyimpan muatan.
Lawannya nyaman adalah rasa tidak nyaman. Anda bisa merasa ingin keluar dari situasi tidak nyaman. Penat. Anda cenderung menolak muatan yang akan masuk. Sebisa mungkin kulit terluar kita menopang semua masukan dari luar.
Namun, terkadang saya tidak suka hal-hal yang terlalu nyaman. Monoton. Rutin. Ingin ada tantangan. Ingin tahu yang baru-baru.
Saya juga tidak suka hal-hal yang tidak terlalu nyaman. Serba kekurangan. Serba repot. Berbelit-belit. Terlebih lagi, yang gampang dibikin susah.
Anda pilih mana, nyaman atau tidak nyaman?
Alat musik gitar bisa amat berjasa. Lewat gitar Anda bisa menyentuh rasa. Tangis. Senyum. Ceria. Tawa. Haru. Lebih dari itu, gitar bisa menghilangkan rasa bosan. Stress. Tertekan.
Musisi-musisi hebat dan tenar bisa jadi memiliki sejarah dengan gitar. Lewat gitar, mereka bisa memainkan, membuat, dan mengiringi sebuah lagu. Dia bisa membuat kesenangan.
Ah, ingin rasanya, saya memeluk dan memainkan gitar malam ini. Memetiknya dengan jari-jari saya yang telah lama penat dengan tuts-tuts keyboard qwerty. Memejamkan mata sejenak, karena telah letih dengan layar persegi panjang 15 inchi. Mendengarkan suara syahdu merdu, karena telinga juga telah letih dengan konser klakson jalanan.
Rindu…
Semoga segera terobati.
Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan mungkin Anda hindari.
Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.
Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.
Dalam sepak bola ada dua kesebelasan yang bertanding. Ada wasit yang memimpin pertandingan. Ada hakim garis. Ada pula peraturan-peraturan yang harus ditaati.
Bila terjadi pelanggaran, kesebelasan yang jadi korban bisa dihadiahi tendangan bebas. Bisa pula si pelanggar dikenakan kartu kuning tanda peringatan. Jika dua kali kartu kuning, si pelanggar bisa dibogem kartu merah sebagai tanda keluar.
Hidup itu hanya sekali. Sekali saja. Tidak bisa Anda ulangi. Tidak bisa Anda putar kembali ke masa lalu.
Meskipun masa lalu itu penuh dengan suka cita. Meskipun masa lalu itu penuh kenangan manis. Tak ada gunanya Anda terlalu hanyut dalam kenyamanan dan terus-menerus mengenang masa itu.
Begitu juga sebaliknya.
Apabila masa lalu juga penuh dengan duka cita. Sakit hati. Iri dengki. Dan, sejumlah hal negatif lainnya. Tak ada gunanya Anda terhanyut dalam kesedihan terlalu lama. Buang-buang waktu dan buang-buang tenaga.
Anda adalah Anda pada masa kini. Bukankah diciptakan hari baru di setiap pagi? Bukankah diciptakan malam untuk melupakan?
-Anda adalah saya-
Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.
Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.
Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.
Terkadang kita merasa, tak ada jalan terbuka…
Tak ada lagi waktu… terlambat sudah.
(sebuah kutipan dari lagu rohani “Dia Mengerti” karya Isaac Arief yang mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada).
Well, saya baru saja mendengar sebuah renungan di gereja ketika Misa Minggu Prapaskah ketiga. Gereja Katolik Fransiskus Asisi Tebet, yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Usut punya usut, Gereja yang sekompleks dengan sekolah SD, SMP, dan SMA Asisi tersebut menyimpan kenangan akan Obama. Yap, Obama pernah sekolah SD Fransiskus Asisi, menurut berita Seputar Indonesia RCTI yang beberapa hari lalu saya tonton.
Click to continue reading “Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …”
Hari ini saya membaca Oase Rohani. Sebuah buku renungan yang inspiratif, khusus orang muda. Penulis dari buku ini beberapa di antaranya adalah kawan saya, Devina Saputra (Farmasi ITB) dan Theresa Subaryani (Elektro ITB).
Renungan hari ini berkisah tentang Rendy. Rendy mengalami masalah keluarga yang pelik. Ibunya selalu bercerita pada Rendy tentang masalah tersebut. Rendy yang sedang jauh dari keluarganya karena studi hanya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya. Ia sungguh merasa tidak kuat sehingga nilai kuliahnya hancur. Di saat yang sama, judul Tugas Akhir yang hampir selesai dia kerjakannya pun ditolak sehingga ia harus mengganti judul baru. Setahun adalah waktu yang harus dia bayar.
Kata-kata mutiara sering kita dengar. Terkadang kata-kata tsb membuat sugesti yang baik. Tapi kadang-kadang kata-kata itu pun absurd. Lebay… alias tidak logis. Namun, selagi Anda dapat membuatnya menjadi hal yang positif dan menyemangati Anda… kenapa tidak?
well, take it… (I rewrite it from blora.org forum)
Kalimat Yang Membuat Semangat Dalam Hidup
Senin Seksi. Entah dimasuki apa ya pikiran saya ketika putaran minggu selalu diawali dengan hari senin (lol). Selalu saja ada keseksian dalam hari senin.
Untuk minggu ini, saya tidak bermimpi lagi… tapi nyata!
Nyanyi2, gitar2an berbagai genre lagu, di kamar sendirian mungkin sudah biasa. Tapi kalau proses bernyanyi itu ditemani oleh seorang yg spesial via telepon selama 3 jam? wew… baru kali ini, saya. harus direkam nampaknya itu… wakakak.. gila juga ya, awa… Terima kasih, ya… buat seseorang yang sudah menemani! Terima kasih pula buat provider fren yang murah abis, walaupun setiap satu jam, koneksi terputus dan harus dibangun kembali.
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Delapan Sumber Inspirasi Menulis (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (26164)
- Kata Cinta (13475)
- Tiga Cara Atasi Mencret (13289)
- Kata-Kata Mutiara (3524)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3290)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3200)
- Nokia Chat (2822)
- Perjalanan Cinta Sejati (2796)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2220)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2152)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
ray on Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel
neni hartati on 5 Artikel Favorit di Blog saya sepanjang 2010
Laras on 27 Fakta Mengenai Bangladesh
mhairi on Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City
buah untuk diet on Dia Menuliskan Ceritamu
pandu on Tiga Cara Atasi Mencret
Guskar on Tiga Cara Atasi Mencret
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

