Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Renungan' Category

Nyaman vs Tidak Nyaman

Rasa nyaman salah satunya bisa berarti situasi yang steady state atau tunak. Seperti kapasitor, dia punya kapasitas menyimpan muatan. Apabila kapasitas muatannya sudah penuh, dia tidak akan bisa lagi menyimpan muatan.

Lawannya nyaman adalah rasa tidak nyaman. Anda bisa merasa ingin keluar dari situasi tidak nyaman. Penat. Anda cenderung menolak muatan yang akan masuk. Sebisa mungkin kulit terluar kita menopang semua masukan dari luar.

Namun, terkadang saya tidak suka hal-hal yang terlalu nyaman. Monoton. Rutin. Ingin ada tantangan. Ingin tahu yang baru-baru.

Saya juga tidak suka hal-hal yang tidak terlalu nyaman. Serba kekurangan. Serba repot. Berbelit-belit. Terlebih lagi, yang gampang dibikin susah.

Ah, itu sih pintar-pintarnya saya saja mendefinisikan kata-kata. :-) Penginnya manusia saja.

“Ah, menghayal… kamu,” kata Ibu saya dulu ketika saya sering menghayal dan mengungkapkan mimpi saya pada beliau.

Gitar

Alat musik gitar bisa amat berjasa. Lewat gitar Anda bisa menyentuh rasa. Tangis. Senyum. Ceria. Tawa. Haru. Lebih dari itu, gitar bisa menghilangkan rasa bosan. Stress. Tertekan.

Musisi-musisi hebat dan tenar bisa jadi memiliki sejarah dengan gitar. Lewat gitar, mereka bisa memainkan, membuat, dan mengiringi sebuah lagu. Dia bisa membuat kesenangan.

Ah, ingin rasanya, saya memeluk dan memainkan gitar malam ini. Memetiknya dengan jari-jari saya yang telah lama penat dengan tuts-tuts keyboard qwerty. Memejamkan mata sejenak, karena telah letih dengan layar persegi panjang 15 inchi. Mendengarkan suara syahdu merdu, karena telinga juga telah letih dengan konser klakson jalanan.

Rindu…

Semoga segera terobati.

Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan pernah Anda hindari.

Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.

Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.

Beranjak masa dewasa yang mulai berpikir tentang kelangsungan hidup. Bagaimana Anda bisa melanjutkan dinasti keturunan. Menikah. Bekerja. Punya anak. Mencari uang. Sambil kursus ini itu. Kuliah S2 dan S3. Investasi. Beli rumah. Beli mobil. Jalan-jalan. Semua mulai Anda pikirkan.

Sampai pada masa tua. Ada pasangan yang bisa berbagi suka dan duka. Anak. Menikahkah anak. Menggendong cucu. Pensiun. Dan, tinggal menunggu waktu.

Agaknya amat sangat sayang jika Anda melewatkan hidup hanya dengan begitu-begitu saja tanpa ada pencapaian dan pengalaman. Pencapaian yang tergantung pribadi masing-masing yang berhak Anda tentukan tanpa pengaruh siapa pun. Anda bisa memilih menjadi tua atau menjadi pribadi yang selalu besar keingintahuannya seperti masa kanak-kanak dulu. Menyambut hari dengan riang. Mau?

Ingatkah kebiasaan kecil Anda dulu? Lakukan itu!

Ah, saya kangen menonton doraemon dan dragon ball hari ini. Bagaimana?

Inspired by
You never grow old. (Yamin Tauseef Jahangir, The Daily Star Dhaka, Star Campus, page 18, June 27, 2010)

Peraturan

Dalam sepak bola ada dua kesebelasan yang bertanding. Ada wasit yang memimpin pertandingan. Ada hakim garis. Ada pula peraturan-peraturan yang harus ditaati.

Bila terjadi pelanggaran, kesebelasan yang jadi korban bisa dihadiahi tendangan bebas. Bisa pula si pelanggar dikenakan kartu kuning tanda peringatan. Jika dua kali kartu kuning, si pelanggar bisa dibogem kartu merah sebagai tanda keluar.

Untuk memberikan tontonan yang menarik dalam sebuah permainan, diperlukan adanya fair play. Fair play dalam bahasa Indonesia bisa berarti permainan yang jujur dan adil. Jujur mesti dipenuhi oleh pemain. Adil mesti dipenuhi wasit dan sang penegak peraturan.

Dalam kehidupan kurang lebih mirip. Cuma, apakah Anda sudah cukup tahu cara bermain, peraturan-peraturan bersama, dan konsekuensinya bila melakukan pelanggaran?

Ah, saya pun masih terus belajar. Dan, itulah kehidupan.

B-) => masih banyak kaca mata kehidupan yang mesti Anda coba pahami.

Enjoy your life!

Sekali Saja

Hidup itu hanya sekali. Sekali saja. Tidak bisa Anda ulangi. Tidak bisa Anda putar kembali ke masa lalu.

Meskipun masa lalu itu penuh dengan suka cita. Meskipun masa lalu itu penuh kenangan manis. Tak ada gunanya Anda terlalu hanyut dalam kenyamanan dan terus-menerus mengenang masa itu.

Begitu juga sebaliknya.

Apabila masa lalu juga penuh dengan duka cita. Sakit hati. Iri dengki. Dan, sejumlah hal negatif lainnya. Tak ada gunanya Anda terhanyut dalam kesedihan terlalu lama. Buang-buang waktu dan buang-buang tenaga.

Anda adalah Anda pada masa kini. Bukankah diciptakan hari baru di setiap pagi? Bukankah diciptakan malam untuk melupakan?

Hmmm… tapi ada ucapan menarik dari Presiden Soekarno. “Jangan sekali-kali Anda melupakan sejarah!”

Ucapan yang magis dari seorang pemimpin besar pendiri negeri ini. Ucapan yang lugas. Bermakna. Tajam! Ya, setiap sejarah wajib kita tahu. Tapi jangan sampai menakut-nakuti hidup Anda melangkah ke depan, karena sejarah masa lalu.

Minta ampun kalau sejarah masa lalu dijadikan rasa takut hinggap di hati Anda. Lantas buat apa ada hari baru?

-Anda adalah saya-

Kisah Dua Bersaudara

Ada seorang Sulung. Dia ditinggal mati oleh kedua orang tuanya sejak umur 12 tahun. Ada pula Bungsu, adiknya Sulung, yang baru genap usia 12 bulan saat orang tuanya meninggal. Sulung mau tidak mau menggantikan posisi kedua orang tuanya untuk menjadi kepala keluarga.

Rezeki demi rezeki ia cari, sehingga Sulung mampu menyekolahkan adiknya hingga sarjana. Adiknya lalu sukses besar sebagai petani kaya raya.

Suatu ketika Bungsu menikah. Lalu ia dikaruniai lima orang anak. Sementara Sulung tidak sempat menikah dan hanya hidup sendiri. Bungsu sangat hormat kepada Sang Kakak karena telah berjasa dalam hidupnya, berjuang membiayai dan memenuhi kebutuhannya. Suatu saat dia terpikir tentang kakaknya.

Click to continue reading “Kisah Dua Bersaudara”

Terkadang kita merasa, tak ada jalan terbuka…
Tak ada lagi waktu… terlambat sudah.

(sebuah kutipan dari lagu rohani “Dia Mengerti” karya Isaac Arief yang mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan lagi waktu yang ada).

Well, saya baru saja mendengar sebuah renungan di gereja ketika Misa Minggu Prapaskah ketiga. Gereja Katolik Fransiskus Asisi Tebet, yang tak jauh dari tempat tinggal saya. Usut punya usut, Gereja yang sekompleks dengan sekolah SD, SMP, dan SMA Asisi tersebut menyimpan kenangan akan Obama. Yap, Obama pernah sekolah SD Fransiskus Asisi, menurut berita Seputar Indonesia RCTI yang beberapa hari lalu saya tonton.

Click to continue reading “Mungkin Tahun Depan Ia Berbuah, …”

Di Mana Tuhan?

Hari ini saya membaca Oase Rohani. Sebuah buku renungan yang inspiratif, khusus orang muda. Penulis dari buku ini, beberapa di antaranya adalah kawan saya, Devina Saputra (Farmasi ITB) dan Theresa Subaryani (Elektro ITB).

Renungan hari ini mengisahkan tentang Rendy. Rendy mengalami masalah keluarga yang pelik. Ibunya selalu bercerita pada Rendy tentang masalah tersebut. Rendy yang sedang jauh dari keluarganya karena studi hanya bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya. Ia sungguh merasa tidak kuat sehingga nilai kuliahnya hancur. Di saat yang sama, judul Tugas Akhir yang hampir selesai dia kerjakannya pun ditolak sehingga ia harus mengganti judul baru. Setahun adalah waktu yang harus dia bayar.

Click to continue reading “Di Mana Tuhan?”

Kata-Kata Mutiara

Kata-kata mutiara sering kita dengar. Terkadang kata-kata tsb membuat sugesti yang baik. Tapi kadang-kadang kata-kata itu pun absurd. Lebay… alias tidak logis. Namun, selagi Anda dapat membuatnya menjadi hal yang positif dan menyemangati Anda… kenapa tidak?

well, take it… (I rewrite it from blora.org forum)

Kalimat Yang Membuat Semangat Dalam Hidup

Click to continue reading “Kata-Kata Mutiara”

Senin Seksi

Senin Seksi. Entah dimasuki apa ya pikiran saya ketika putaran minggu selalu diawali dengan hari senin (lol). Selalu saja ada keseksian dalam hari senin.

Untuk minggu ini, saya tidak bermimpi lagi… tapi nyata!

Nyanyi2, gitar2an berbagai genre lagu, di kamar sendirian mungkin sudah biasa. Tapi kalau proses bernyanyi itu ditemani oleh seorang yg spesial via telepon selama 3 jam? wew… baru kali ini, saya. harus direkam nampaknya itu… wakakak.. gila juga ya, awa… Terima kasih, ya… buat seseorang yang sudah menemani! Terima kasih pula buat provider fren yang murah abis, walaupun setiap satu jam, koneksi terputus dan harus dibangun kembali.

Click to continue reading “Senin Seksi”

Next »