Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Curhat' Category

Nyaman vs Tidak Nyaman

Rasa nyaman salah satunya bisa berarti situasi yang steady state atau tunak. Seperti kapasitor, dia punya kapasitas menyimpan muatan. Apabila kapasitas muatannya sudah penuh, dia tidak akan bisa lagi menyimpan muatan.

Lawannya nyaman adalah rasa tidak nyaman. Anda bisa merasa ingin keluar dari situasi tidak nyaman. Penat. Anda cenderung menolak muatan yang akan masuk. Sebisa mungkin kulit terluar kita menopang semua masukan dari luar.

Namun, terkadang saya tidak suka hal-hal yang terlalu nyaman. Monoton. Rutin. Ingin ada tantangan. Ingin tahu yang baru-baru.

Saya juga tidak suka hal-hal yang tidak terlalu nyaman. Serba kekurangan. Serba repot. Berbelit-belit. Terlebih lagi, yang gampang dibikin susah.

Ah, itu sih pintar-pintarnya saya saja mendefinisikan kata-kata. :-) Penginnya manusia saja.

“Ah, menghayal… kamu,” kata Ibu saya dulu ketika saya sering menghayal dan mengungkapkan mimpi saya pada beliau.

Hidup itu penuh dengan pengalaman. Anda melewatinya dari berbagai masa. Masa kecil. Masa remaja. Masa dewasa. Serta masa tua. Suatu hukum alam yang tidak akan pernah Anda hindari.

Saat masih kanak-kanak, keinginan bermain sangatlah besar. Berlari-larian. Berkejar-kejaran. Main petak umpet. Main kelereng. Mencari belut di sawah. Hujan-hujanan. Sampai lupa makan pun tak jadi soal.

Beranjak masa remaja yang mulai tertarik dengan lawan jenis. Berani main mata. Menaik turunkan alis. Mencari mana yang menarik. Enak diajak jalan. Serasi jika difoto. Harmoni ketika saling bicara. Senang di hati walaupun diejek teman. Malu-malu ketika di “ciyeh ciyeh” in teman. :-) Ah… tiada terkira rasanya.

Beranjak masa dewasa yang mulai berpikir tentang kelangsungan hidup. Bagaimana Anda bisa melanjutkan dinasti keturunan. Menikah. Bekerja. Punya anak. Mencari uang. Sambil kursus ini itu. Kuliah S2 dan S3. Investasi. Beli rumah. Beli mobil. Jalan-jalan. Semua mulai Anda pikirkan.

Sampai pada masa tua. Ada pasangan yang bisa berbagi suka dan duka. Anak. Menikahkah anak. Menggendong cucu. Pensiun. Dan, tinggal menunggu waktu.

Agaknya amat sangat sayang jika Anda melewatkan hidup hanya dengan begitu-begitu saja tanpa ada pencapaian dan pengalaman. Pencapaian yang tergantung pribadi masing-masing yang berhak Anda tentukan tanpa pengaruh siapa pun. Anda bisa memilih menjadi tua atau menjadi pribadi yang selalu besar keingintahuannya seperti masa kanak-kanak dulu. Menyambut hari dengan riang. Mau?

Ingatkah kebiasaan kecil Anda dulu? Lakukan itu!

Ah, saya kangen menonton doraemon dan dragon ball hari ini. Bagaimana?

Inspired by
You never grow old. (Yamin Tauseef Jahangir, The Daily Star Dhaka, Star Campus, page 18, June 27, 2010)

Peraturan

Dalam sepak bola ada dua kesebelasan yang bertanding. Ada wasit yang memimpin pertandingan. Ada hakim garis. Ada pula peraturan-peraturan yang harus ditaati.

Bila terjadi pelanggaran, kesebelasan yang jadi korban bisa dihadiahi tendangan bebas. Bisa pula si pelanggar dikenakan kartu kuning tanda peringatan. Jika dua kali kartu kuning, si pelanggar bisa dibogem kartu merah sebagai tanda keluar.

Untuk memberikan tontonan yang menarik dalam sebuah permainan, diperlukan adanya fair play. Fair play dalam bahasa Indonesia bisa berarti permainan yang jujur dan adil. Jujur mesti dipenuhi oleh pemain. Adil mesti dipenuhi wasit dan sang penegak peraturan.

Dalam kehidupan kurang lebih mirip. Cuma, apakah Anda sudah cukup tahu cara bermain, peraturan-peraturan bersama, dan konsekuensinya bila melakukan pelanggaran?

Ah, saya pun masih terus belajar. Dan, itulah kehidupan.

B-) => masih banyak kaca mata kehidupan yang mesti Anda coba pahami.

Enjoy your life!

Sekali Saja

Hidup itu hanya sekali. Sekali saja. Tidak bisa Anda ulangi. Tidak bisa Anda putar kembali ke masa lalu.

Meskipun masa lalu itu penuh dengan suka cita. Meskipun masa lalu itu penuh kenangan manis. Tak ada gunanya Anda terlalu hanyut dalam kenyamanan dan terus-menerus mengenang masa itu.

Begitu juga sebaliknya.

Apabila masa lalu juga penuh dengan duka cita. Sakit hati. Iri dengki. Dan, sejumlah hal negatif lainnya. Tak ada gunanya Anda terhanyut dalam kesedihan terlalu lama. Buang-buang waktu dan buang-buang tenaga.

Anda adalah Anda pada masa kini. Bukankah diciptakan hari baru di setiap pagi? Bukankah diciptakan malam untuk melupakan?

Hmmm… tapi ada ucapan menarik dari Presiden Soekarno. “Jangan sekali-kali Anda melupakan sejarah!”

Ucapan yang magis dari seorang pemimpin besar pendiri negeri ini. Ucapan yang lugas. Bermakna. Tajam! Ya, setiap sejarah wajib kita tahu. Tapi jangan sampai menakut-nakuti hidup Anda melangkah ke depan, karena sejarah masa lalu.

Minta ampun kalau sejarah masa lalu dijadikan rasa takut hinggap di hati Anda. Lantas buat apa ada hari baru?

-Anda adalah saya-

Senja di Lakeshore

senja di lakeshore

Sore yang sepi,
berpendaran jingga langit…
mengingatkanku pada masa kelabu..
pilu…
sendu…

Sesaat setelah itu malam menjelang
Jingganya langit berubah menjadi hitam
Temaram…
Kelam….
Seram…

Biarlah rasa ini menjadi batu ketika memang itulah suratannya…
Biarlah hati ini menjadi beku ketika hawa dingin menyerang…
Biarlah lilin ini meleleh habis ketika cahaya api menyulut sumbunya…

Namun masih ada harapan,
laksana rusa yang rindu akan hadirnya sungai,
laksana anak burung yang mendambakan sang induk kembali mendapatkan santapan…

setelah senja dan malam berlalu,
pasti terbit mentari menghangatkan
pasti datang embun menyejukkan…

:p ;)

Dhaka, 16 Juni 2010

What do you think?

if you suddenly bad tempered
if you suddenly taken from your happily life?

what should you think first?

hmmm…
just let me know, please.

Pantai Waktu

Detik demi detik
Menit demi menit
Jam demi Jam
Hari demi hari
Minggu demi minggu
Bulan demi bulan
Tahun demi tahun
Windu demi windu

kulalui…

selalu dengan membelai pantai
yang terkadang terkena pasir, karang, atau bebatuan
Buihku datang mencari secercah harapan dan menggapai impian,
meski terkadang terlalu keras menerpa… atau lembut menyapa…

Pantai waktuku membawa alegori kesetiaan
Ombak datang terus menerus
waktu demi waktu
Menyapa bibir pantai
Merasakan hantaman kerasnya karang,
Menyisik lembutnya pasir,
Atau beramarah laksana kejamnya tsunami.

Seiring bertambahnya waktu…
Hidup perlu keseimbangan…
Antara sedih dan senang
Gembira dan Sungkawa…
Dewasa dan Candaan…

Jika interospeksiku terlalu dalam,
Biarlah sang pembaca yang menguburnya agar menjadi dangkal. :D

Terima kasih kawan2, atas ucapan selamat ulang tahunku yang ke-23!
Tentu saja, terima kasih kepada Tuhan yang selalu memberkati, orang tua yang selalu mendoakanku tiap pagi, keluarga, kawan2, dan teman2 semua. Juga orang terkasih, yang masih setia laksana pantai waktu dalam puisiku. :D

Burung Elang

burung elang

Foto koleksi pribadi

Burung elang terbang mengangkasa cakrawala
Cakrawala nan biru menghiasi rasa
Turun ketinggian si burung elang
melihat paradigma alam lewat netranya

Bunga mekar berwarna-warni
merah, nila, ungu, jingga, dan kuning.
Bumi hijau tanah subur makmur memesona
Netra dingin segar kala terpercik air murni nan bening

Hati elang yang tlah lama beku dan tersayat
segera terobati…
akan hadirnya senyuman yang berharap setia menemani.

Senyuman yang tak bisa lepas
Senyuman yang tak bisa hilang
Senyuman yang menyejukkan jiwa

Elang datang setelah melanglang
Dan berani melewati tantangan
Tak gentar oleh siapa dan apapun…
Kecuali Sang Pencipta dan Khalik-Nya.

Horn, Please!

Ada suatu kebiasaan buruk Orang Bangla di jalanan. Sopan santun mengemudi nampaknya kurang begitu diperhatikan. Apakah ini hanya opini saya??? Sehingga menurut mereka kalau tidak melakukannya malah dianggap tidak sopan???

Khusus yang jadi perhatian saya adalah masalah klakson. Sebenarnya tidak masalah jika malam hari, karena malam hari tak banyak kendaraan lalu lalang di sekitar apartemen. Jadi, amanlah telinga saya. Yang jadi masalah, ketika week end atau pengin bangun siang karena malam hari kerja…

Saya tidak bisa meneruskan mimpi indah saya hingga tuntas. Bagaimana tidak???
tiap menit tiap detik pasti ada bunyi klakson!
zzz…

Mungkin benar, harus ada sumpel kapas sepanjang tidur, supaya tidak terbangun gara-gara konser musik klakson jalanan. Apakah dalam bayangan mereka ada tulisan “Horn, please!” di belakang truk, seperti salah satu foto berikut???

Click to continue reading “Horn, Please!”

Lampung dan Laut

Lampung. Provinsi di paling selatan pulau Sumatera ini kaya sekali akan potensi wisata laut. Pemandangan pantai dan pulaunya luar biasa. Dan yang lebih membanggakan, ini tanah kelahiran saya!

Anda bisa lihat koleksi bidikan kamera saya berikut:

Laut Lampung

Seorang rekan kerja dari Jerman bilang bahwa, “Ini keren banget, Man! ngapain elu pindah ke Jakarta?” ha ha ha…. yah, begitulah, tuntutan kerja. Kalau ada kendaraan supercepat 15 menit dari Lampung ke Jakarta dan murah, barangkali saya akan nglaju dan tinggal di Lampung. Mimpi!

Next »