Ari Kuncoro's BlogPosts RSS Comments RSS

Archive for the 'Cinta' Category

Senja di Lakeshore

senja di lakeshore

Sore yang sepi,
berpendaran jingga langit…
mengingatkanku pada masa kelabu..
pilu…
sendu…

Sesaat setelah itu malam menjelang
Jingganya langit berubah menjadi hitam
Temaram…
Kelam….
Seram…

Biarlah rasa ini menjadi batu ketika memang itulah suratannya…
Biarlah hati ini menjadi beku ketika hawa dingin menyerang…
Biarlah lilin ini meleleh habis ketika cahaya api menyulut sumbunya…

Namun masih ada harapan,
laksana rusa yang rindu akan hadirnya sungai,
laksana anak burung yang mendambakan sang induk kembali mendapatkan santapan…

setelah senja dan malam berlalu,
pasti terbit mentari menghangatkan
pasti datang embun menyejukkan…

:p ;)

Dhaka, 16 Juni 2010

Puisi Surga

Jika engkau dapat terbang dengan sayap putih itu,
tolong pergilah ke tempat yang damai.
Hisap sari kedamaiannya,
dan sebarkan padaku…

Kau dan aku akan terberkati,
oleh karena harum semerbak bunga kedamaiannya.

Hmmm, cinta…
bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan gerimis,
kau amat cantik,
hingga mampu membuatku nyaman…

inikah surga?
mungkin…

(diterjemahkan dari postingan sebelumnya)
Terisnspirasi dari kerinduan yang amat dalam. :-)

Senin Seksi

Senin Seksi. Entah dimasuki apa ya pikiran saya ketika putaran minggu selalu diawali dengan hari senin (lol). Selalu saja ada keseksian dalam hari senin.

Untuk minggu ini, saya tidak bermimpi lagi… tapi nyata!

Nyanyi2, gitar2an berbagai genre lagu, di kamar sendirian mungkin sudah biasa. Tapi kalau proses bernyanyi itu ditemani oleh seorang yg spesial via telepon selama 3 jam? wew… baru kali ini, saya. harus direkam nampaknya itu… wakakak.. gila juga ya, awa… Terima kasih, ya… buat seseorang yang sudah menemani! Terima kasih pula buat provider fren yang murah abis, walaupun setiap satu jam, koneksi terputus dan harus dibangun kembali.

Click to continue reading “Senin Seksi”

Tekun

Tekun. Sebuah kata yang sangat bermakna. Maknanya sangat dalam, setara dengan kata “cinta” yang penuh dengan pengorbanan & kekuatan.

Kalau begini, saya membayangkan tokoh-tokoh terkenal seperti Thomas Alva Edison, Donald Thrump, … atau bahkan, tidak usah jauh-jauh, Ayah atau Ibu Anda sendiri. Thomas Alva Edison melakukan berkali-kali percobaan untuk menciptakan bola lampu seperti sekarang. Bahkan, dia sering tak sengaja menemukan penemuan-penemuan baru. Donald Thrump, dia tekun dan cerdas dalam melakukan strategi pembelian dan penjualan properti. Sempat juga dia bangkrut, tapi bangkit lagi. Ayah dan ibu saya… hmmm… tekun dalam : “membuat” (jangan ngeres! :-) ), merawat, menjaga, dan mendidik saya.

Click to continue reading “Tekun”

Sad and Happy

Well, why I like to write poem? because it is the quick and easiest way to organize my mind. It has liberties to write. In other words, I have a freedom to make my new world. Who cares? Nobody.

Hmmm, sad poems. Have you already feel sad? Mostly people agree that every body ever feel sad. I don’t know why, but it is common.

Hmmm…

Click to continue reading “Sad and Happy”

Poems of Nirvana

If you could fly with that white wings,
Kindly please go to the place where make me peace….
Absorb it.
And, spray onto me!!!

You and I will be blessed by peace sprayer
That peace fragrance of flowers comfort us…

Hmmm,
Love,
with the rainbow of sky,
you are so beautiful…
then my eyes and breath feel so comfort…
Is it a nirvana???
Probably,…

Perjalanan Cinta Sejati

Berikut ini perjalanan sebuah kereta yang melewati stasiun-stasiun pemahaman tentang cinta sejati. Mari kita simak!

Stasiun pertama,

Tak ada cinta sejati selain cinta Tuhan. Perjalanannya paling panjang di antara cinta-cinta yang lain (tapi kok jadi stasiun pertama? saya pun tidak tahu…). Dia tidak mengharapkan imbalan. Dia tidak mengharapkan apa pun dari yang dicintai-Nya. Semua Tuhan cintai dengan tulus.

Ada seorang anak kecil bernyanyi:

Burung pipit yang kecil, dikasihi Tuhan, terlebih diriku, dikasihi Tuhan

Bunga yang besar kecil, bunga indah warnanya, satu tak terlupa oleh Pencipta-Nya.

Click to continue reading “Perjalanan Cinta Sejati”

Sebuah perjalanan

Tak disangka dan tak diduga. Begitulah rangkaian frase yang terlepas dari mulut saya akibat pertemuan dengan seorang pria berperawakan sedang, berpakaian lumayan rapi, mengenakan tas kecil hitam, dan masih satu trah dengan saya, yakni dari suku Jawa, entah keturunan majapahit atau abdi dalem. saja. Hehe. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta, yang serba mendadak kemarin, membuat pikiran saya terbuka lebar mengenai apa artinya hidup. Ngeri, tetapi wajar, wajar, tetapi tidak pula wajar.

Click to continue reading “Sebuah perjalanan”

Kata Puisi Cinta

Akhir-akhir ini saya melalui hari seperti melewati gelombang sinusoidal yang tak menentu variabelnya. Bisa sin 2x, sin x, sin 3x, bahkan sin x2. Artinya perasaan saya sering melewati gunung dan lembah yang ketinggian dan kedalamannya berbeda-beda. Ya, namanya juga hidup, kadang naik dan kadang turun. Tapi, patut disyukuri, karena saya mengalami hal itu. Sehingga, ketika saya mengalami gelombang yang mirip-mirip dengan itu, saya tahu strategi menghadapinya.

Click to continue reading “Kata Puisi Cinta”