Hari berganti hari sejak bulan Maret 2011 hingga bulan ini, September 2011.
Ada keputusan penting dalam perjalanan hidup sepasang muda-mudi yang menjalin pertemanan spesial selama tiga tahun lebih. Antara ingin melanjutkan atau mengakhiri perjuangan. Tetapi satu hal yang ingin diwujudkannya, meskipun keputusannya nanti adalah putus, haruslah dengan baik-baik, tanpa dendam dan tanpa prasangka buruk. Di sebuah rumah makan siap saji sederhana di Jalan protokol Jakarta, akhirnya mereka berani memutuskan untuk mengakhiri kebersamaan mereka.
Bertemu. Saling suka. Berjanji. Berkomitmen. Namun pada akhirnya berpisah. Banyak yang menyayangkan, namun apalah artinya orang lain yang menyayangkan atau bergembira, toh yang menjalankan kehidupan adalah mereka berdua, bukan?
Banyak faktor luar dan faktor dari dalam yang mempengaruhi keputusan sepasang pria dan wanita untuk bersatu. Tidak bisa dipungkiri memang, keanekaragaman budaya masih belum bisa sepenuh hati diterima di negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini. Apalagi urusan keluarga kedua belah pihak baik dari pria maupun wanita. Perlu ada pihak yang berinisiatif melobi pihak yang kurang menerima perbedaan.
Ya, itu faktor luar.
Sementara faktor dari dalam? Banyak sekali ternyata. Namun sang pemuda tidak mengizinkan penulis mengungkapkan faktor dari dalam. Yang sudah ya sudah, anggap sebagai pengalaman menuju kisah selanjutnya.
Bung, jodoh memang di tangan Tuhan. Asalkan sadar, Bung Pemuda… kalau nggak diambil-ambil, tetep di tangan Tuhan terus. Benar saja. Sejak saat itu, ada beberapa pemudi yang menghubungi sang pemuda. BBM, SMS, dan telepon mulai berdatangan. Namun, dasar pemudanya masih sibuk dengan urusan pekerjaan yang menyita waktunya, dia lupa memikirkan urusan asmara. Pemudi yang sedang pemuda sukai ternyata baru beberapa bulan sudah jadian dengan pemuda lain. Sayang sekali, Bung. Tuhan sudah memberikan tanda, tapi kamu masih enggan mengambilnya.
Semoga tidak ada kata sesal yang terdalam dari Sang Pemuda, karena setiap pengorbanan akan berbuah. Buahnya akan baik jika ditabur dari biji yang baik. Disemai dengan baik. Dan dirawat dengan baik.
Percayalah Bung, Dia sedang menuliskan ceritamu.
Akankah Sang Pemuda berhasil menemukan cinta selanjutnya? Bersambung.
Sejenak saya termangu setelah melihat dan mendengar jingle dari salah satu iklan gula Tropicana Slim. Kata-katanya begitu menyentuh dan membuat hati saya bergetar. Nggak percaya? Baca lirik dan mainkan chord nya.
Ngomong-ngomong, sudah lama sebenarnya saya ingin memainkan lagu ini dengan gitar kesayangan. Entah karena lupa, entah karena sibuk dengan pekerjaan, jalan-jalan, dan kegiatan-kegiatan lainnya jadi tertunda. (Sok sibuuuuk bener, guweh… hehe)
Puisi cinta ini sangat terkenal pada masanya. Masa di mana saya masih duduk di bangku SMA kelas 1 sekitar tahun 2001. Saya ingat puisi ini bukan karena waktu itu saya sedang jatuh cinta atau patah hati, melainkan karena saya dan teman-teman sekelas memiliki keinginan yang besar untuk menonton film yang saat itu sedang ngetop yaitu film Ada Apa Dengan Cinta. Di film tersebut Cinta membaca puisi ini.
Sayangnya kami tidak kesampaian nonton bareng, karena kehabisan tiket. Ada salah satu teman sekelas saya yang mendapatkan dua tiket, tetapi terpaksa dia jual karena tidak bisa nonton bareng. Lumayan, dia dapat untung dengan menjualnya dengan harga dua kali lipat.

Senja di Dhaka
Sore yang sepi
Berpendaran jingga langit
Mengingatkanku pada masa kelabu
Pilu…
Sendu…
Sesaat setelah itu malam menjelang
Jingganya langit berubah menjadi hitam
Temaram…
Kelam…
Seram…
Biarlah rasa ini menjadi batu ketika memang itulah suratannya
Biarlah hati ini menjadi beku ketika hawa dingin menyerang
Biarlah lilin ini meleleh habis ketika cahaya api menyulut sumbunya
Namun masih ada harapan,
laksana rusa yang rindu akan hadirnya sungai,
laksana anak burung yang mendambakan sang induk kembali mendapatkan santapan
Setelah senja dan malam berlalu,
Pasti terbit mentari menghangatkan
Pasti datang embun menyejukkan…
Dhaka, 16 Juni 2010
Jika engkau dapat terbang dengan sayap putih itu,
tolong pergilah ke tempat yang damai.
Hisap sari kedamaiannya,
dan sebarkan padaku…
Kau dan aku akan terberkati,
oleh karena harum semerbak bunga kedamaiannya.
Hmmm, cinta…
bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan gerimis,
kau amat cantik,
hingga mampu membuatku nyaman…
inikah surga?
mungkin…
(diterjemahkan dari postingan sebelumnya)
Terisnspirasi dari kerinduan yang amat dalam. :-)
Senin Seksi. Entah dimasuki apa ya pikiran saya ketika putaran minggu selalu diawali dengan hari senin (lol). Selalu saja ada keseksian dalam hari senin.
Untuk minggu ini, saya tidak bermimpi lagi… tapi nyata!
Nyanyi2, gitar2an berbagai genre lagu, di kamar sendirian mungkin sudah biasa. Tapi kalau proses bernyanyi itu ditemani oleh seorang yg spesial via telepon selama 3 jam? wew… baru kali ini, saya. harus direkam nampaknya itu… wakakak.. gila juga ya, awa… Terima kasih, ya… buat seseorang yang sudah menemani! Terima kasih pula buat provider fren yang murah abis, walaupun setiap satu jam, koneksi terputus dan harus dibangun kembali.
Well, why I like to write poem? because it is the quick and easiest way to organize my mind. It has liberties to write. In other words, I have a freedom to make my new world. Who cares? Nobody.
Hmmm, sad poems. Have you already feel sad? Mostly people agree that every body ever feel sad. I don’t know why, but it is common.
Hmmm…
If you could fly with that white wings,
Kindly please go to the place where make me peace….
Absorb it.
And, spray onto me!!!
You and I will be blessed by peace sprayer
That peace fragrance of flowers comfort us…
Hmmm,
Love,
with the rainbow of sky,
you are so beautiful…
then my eyes and breath feel so comfort…
Is it a nirvana???
Probably,…
Berikut ini perjalanan sebuah kereta yang melewati stasiun-stasiun pemahaman tentang cinta sejati. Mari kita simak!
Stasiun pertama,
Tak ada cinta sejati selain cinta Tuhan. Perjalanannya paling panjang di antara cinta-cinta yang lain (tapi kok jadi stasiun pertama? saya pun tidak tahu…). Dia tidak mengharapkan imbalan. Dia tidak mengharapkan apa pun dari yang dicintai-Nya. Semua Tuhan cintai dengan tulus.
Ada seorang anak kecil bernyanyi:
Burung pipit yang kecil, dikasihi Tuhan, terlebih diriku, dikasihi Tuhan
Bunga yang besar kecil, bunga indah warnanya, satu tak terlupa oleh Pencipta-Nya.
Akhir-akhir ini saya melalui hari seperti melewati gelombang sinusoidal yang tak menentu variabelnya. Bisa sin 2x, sin x, sin 3x, bahkan sin x2. Artinya perasaan saya sering melewati gunung dan lembah yang ketinggian dan kedalamannya berbeda-beda. Ya, namanya juga hidup, kadang naik dan kadang turun. Tapi patut disyukuri, karena saya mengalami hal itu. Sehingga ketika saya mengalami gelombang yang mirip-mirip dengan itu, saya tahu strategi menghadapinya.
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Daily Popular
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (18)
- Tiga Cara Atasi Mencret (15)
- Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 2) (5)
- Burung Elang (4)
- Nokia Chat (4)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (4)
- Kata Cinta (4)
- Kata-Kata Mutiara (2)
- Senja di Dhaka (1)
- Website Name Myth (1)
- Popular posts by Top 10 plugin
Popular Posts
- Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City (23585)
- Kata Cinta (12984)
- Tiga Cara Atasi Mencret (11090)
- Kata-Kata Mutiara (3421)
- Ngetes XL Internet Unlimited di Kosan (3151)
- Setting MMS and GPRS for LG KG200 with Simpati Telkomsel (3140)
- Perjalanan Cinta Sejati (2648)
- Nokia Chat (2419)
- IM2 Speed Test, awesome in my room! (2089)
- Chord “Tak ada yang bisa” (2081)
- Popular posts by Top 10 plugin
Comments
franchise mall on All I Ask of You – ITB Graduation Ceremony July 2008
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
zhuhdi on Tiga Cara Atasi Mencret
APRIL on Delapan Sumber Inspirasi Menulis
Cari Duit on Tiga Cara Atasi Mencret
agil asshofie on Tiga Cara Atasi Mencret
tarisya carmenita pal on Puisi Surga
obat bau badan on Moves Like Jagger
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- October 2011 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- June 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

