Berikut 27 fakta mengenai Bangladesh, berdasarkan hasil pengamatan saya selama tinggal 1,5 bulan di Dhaka, ngobrol2 sama kawan2, dan baca surat kabar lokal.

1. Dhaka memiliki enam musim (tiap 2 bulan ganti musim!) Nggak capek apa ya? Tiap dua bulan ganti musim…. Katanya yang paling parah itu bulan Juni/Juli. Bulan itu lagi bulan badai.

2. Orang Bangla suka makan permen Bangla, seperti gabah (kulit padi) sebagai hidangan pencuci mulut sehabis makan, tapi rasanya manis. Anda pertama kali tidak akan mengira kalau itu permen. he he.

3. 90% lebih penduduknya beragama Islam. Selebihnya Hindu dan sebagian kecil Kristen.

4. Kendaraan yang paling banyak adalah rickshaw. Rickshaw di bangladesh tidk seperti rickshaw di India. Ricksaw Bangladesh itu seperti becak, tetapi tukang kayuhnya berada di depan penumpang. Bisa muat maksimal 2 (bisa 4 juga sih… tapi kalo mau mleyot2…). Oiya, untuk jarak sekitar 200 meter, cukup Anda kasih 10 – 15 taka. (ingat! 1 Taka = 133 Rupiah!). Namun, kadang-kadang saya kasihan…. jadi saya kasih 100 taka. Di samping itu, ada baby taxi (CNG). Orang Jakarta menyebutnya bajaj. Sebagian besar baby taxi berwarna hijau (sesuai bendera Bangladesh).

5. Orang Bangla yang laki-laki suka pakai sarung. Bagi tukang rickshaw di sini, sarung sudah menjadi seragam wajib, sepertinya. Nampaknya surga bagi wanita, silakan ngintip kalo mau! :-)

6. Orang Bangla yang perempuan gemar pakai sari. Hati-hati kalau ada perempuan dengan sari yang mencolok. he he. Mereka jarang sekali memakai kaos, apalagi tank top! Bule2 yang di sini juga banyak yang pakai sari. Mungkin untuk menghindari perhatian. Gawat juga kalau pakai bikini. Bisa-bisa mata-mata tertuju padanya. huehehehe.

7. 90% lebih penghuni jalan adalah laki-laki. Sedikit sekali wanita yang lalu lalang di jalan. Mereka agaknya dilarang bokapnya keluar ke jalan. Kecuali kalau di kampus, pasti ada wanita. Tidak jarang kalau ada laki-laki jalan berdua, mereka sering bergandengan tangan dengan mesra.

8. Anda bebas makan sapi, di sini tentu saja.

9. Kalau Anda mau beli SIM Card, harus fotokopi Visa / Paspor dan foto setengah badan.

10. Ada makanan yang lumayan enak di sini namanya roti parata. Dimakan dengan daging sapi yang dipanggang dan digoreng. Roti disobek lalu dagingnya dicemol cemol seperti terbungkus dengan roti parata tadi. Mak leb…

11. Orang-orang muda Bangla demen banget pergi ke taman. Jangan pengin dan jangan heran kalau banyak orang pacaran di taman-taman terbuka. He he he.

12. Orang Bangla suka makan pakai tangan, meskipun makanannya berkuah. Rasanya lebih mantap. Tapi cara merauk makanan seperti meremas balon. he he… Kali ini, boleh Anda membayangkan!

13. Sering sekali listrik padam. Tiap tiga jam sekali, kira-kira. Ini tidak berlaku kalau Anda menginap di Hotel, seperti Lakeshore dan Sheraton.

14. Di musim panas seperti ini, Anda butuh topi untuk menahan kepala Anda dari panas, masker untuk menyaring debu, serta kaca mata hitam untuk melindungi mata indah Anda dari silau.

15. Perjodohan di sini sangat umum, bukan barang langka. Mungkin saking jarang ketemu antara cowok dan cewek, ya. Yang cowok kerja, yang cewek di rumah/kampung.

16. Setiap tanggal 14 April mereka merayakan hari tahun baru Bangla. Setiap sudut jalan pasti ada kain berwarna hijau dan merah yang melambangkan bendera mereka, bukan berarti melambangkan hari Natal seperti di Eropa/Amerika.

17. Kalau Anda berada di jalan raya, jangan lupa bawa sumpel kuping untuk menghindari bising klakson.

18. Bahasa nasional mereka adalah bahasa Bangla. Mereka sangat menghormati dan menjunjung tinggi bahasa Bangla, sampai-sampai ada pertumpahan darah mempertahankan bahasa oleh mahasiswa Bangla pada tahun 71. Aksara dan bahasa mereka mirip sekali dengan bahasa Hindi. Ada 56 aksara terdiri dari 30-an vowel (maaf, saya tidak ingat). Walaupun mereka sangat menjunjung tinggi bahasa Hindi, mereka banyak yang fasih berbahasa Inggris, bahkan tukang rickshaw sekalipun.

19. Default untuk pesan teh adalah teh + susu. Kalau Anda mau teh tanpa susu, itu namanya black tea. Namun, saya suka lemon tea yang sering ditawarkan OB kantor. Rasanya lebih sehat.

20. Bahan bakar utama mobil-mobil Bangladesh adalah gas. Tidak heran di belakang mobil pasti ada tabung gas, hasil modifikasi pabrik sebelum menjual, atau modifikasi sendiri. Di Bangla juga ada motor. Kebanyakan motor-motor garang super keren dan gagah buatan India dan Jepang. Bahan bakarnya bensin. Bensin ada namun lebih mahal dari gas.

21. Meskipun Bangladesh adalah negara muslim, ada gereja juga terdapat di kota Dhaka. Misa di Banani Catholic Church ada yang berbahasa Inggris.

22. Untuk masa-masa sekarang, tahun 2010, Dhaka masih sedang giat membangun. Mall baru ada satu, Basundhara City Mall. Tempat karaoke belum ada. Diskotik baru ada di hotel2 bintang lima (yang cuma ada 3 buah: Sheraton, Westin, dan Radisson). Bioskop? Ada di Basundara City Mall dengan film-film lawas tahun lalu. Makanya, di sini DVD sangat laku.

23. Ada satu kafe dekat KBRI yang menyajikan masakan Italia. Namanya Bitter Sweet. Konsepnya bagus… Pernah saya post di artikel sebelumnya di blog ini.

24. Ada enam operator telekomunikasi di Bangladesh. Satu di antaranya adalah operator CDMA, yakni City Cell dengan sebagian besar saham SingTel, sedangkan sebagian besar adalah operator GSM. Grameen Phone merupakan operator mobile telekomunikasi terbesar disusul Banglalink, Actel, & Warid Telecom.

25. Jangan sering-sering mengucapkan “dhonobat” (= terima kasih) kepada orang Bangla! Katanya, dhonabat itu adalah kata yang sangat mahal. Orang baru akan mengucapkan “dhonobat” kalau sudah diberi rumah.

26. Anda wajib Titi DJ (hati-hati di jalan… lihat kanan, kiri, depan, dan belakang, kalau mau nyeberang), dan Titi Kamal (hati-hati kalau malam apa lagi di atas jam 10!) Terlalu rawan!

27. Karena udah terbiasa mati lampu (power cut), jangan ngedumel melulu. Habislah energi Anda untuk ngedumel, karena hampir 3 jam sekali mati lampu. Biasa aja, dan tetap teruskan pekerjaan! he he…

-TAMAT-

Eh, nggak jadi tamat, ding. Kalau Anda pernah tinggal di Bangladesh, silakan menambahkan fakta-fakta terbaru!

Share

Artikel yang berkaitan lainnya:

  1. Delapan Sumber Inspirasi Menulis
  2. Perjalanan Pertama ke Dhaka (bagian 1)
  3. Musim Semangka di Bangladesh
  4. Terpaksa Masak di Dhaka
  5. Horn, Please!

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tagged with:
 

25 Responses to 27 Fakta Mengenai Bangladesh

  1. uliELNo Gravatar says:

    No.2: kayaknya bukan cuma orang Bangla yang suka makan gabah manis itu, orang India/Pakistan juga. kalo selesai makan berat, suka ngunyah itu sebagai pencuci mulut, kadang dicampur sama semacam gabah juga tapi rasanya semriwing2 gitu…
    no.4: wah, anda murah hati sekali…. hehehe….
    no.7: hahahaha…. iya tuh, awalnya kirain homo, tauknya emang budaya kali yee….
    no.10: kalo pernah makan roti cane di gampoeng aceh, sebenernya rasa dan teksturnya sama ama roti parata, bedanya kalo roti cane, temennya biasanya yang manis2 kayak keju, coklat, susu. kalo parata biasanya temennya kari/daging/lauk pauk…
    no.19: kayak iklan sari wangi, ini teh susu…. :P

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    wah…. terima kasih Uli atas tambahannya. :D Wah… kayaknya banyak kawan2mu yang dari India/Pakistan/Bangladesh, yak… :D sampai tahu getol!

    hi hi hi…

    [Reply]

  2. yebearyNo Gravatar says:

    wah jek maju mbantul no ri…….,next time mudah2an dikirim ke eropa ya….

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    AMIN!!!

    [Reply]

  3. Arif MunandarNo Gravatar says:

    Gw tambahin cuy :

    Hari kerjanya adalah Minggu sampe Sabtu… Ciri2 negara Muslim
    dimana hari Jumat dan Sabtu sebagai hari libur.

    Orang bangla itu kalo ngerokok pasti jauh-jauh dari orang yang lebih tua.. Kalo mereka lagi ngerokok terus ada orang yang lebih tua dari mereka.. pasti yang muda segera pergi menjauh… Kalo gw sih waktu itu cuek2 aja.. Hahahaha..

    Yogurt adalah hidangan penutup saat setelah selesai makan pada waktu acara pernikahan.. Hidangan ini disajikan dengan cara menuangkan yogurt di piring yang sama dengan piring yang anda pergunakan sebelumnya.. Silahkan dibayangkan.. habis makan nasi pake Kare.. terus di piring kita dituangkan yogurt.. kecampur deh tuh aroma KARE, NASI dan YOGURT.. DAN MAKAN Yogurtnya PAKE TANGAN.. AJIB AJIB

    Salah satu pusat kota mereka *Gulshan* (kalo dijakarta kayak sudirman-thamrin) berisikan bangunan/gedung bertingkat.. dan peruntukannya bukan sebagai perkantoran.. Tapi pabrik konveksi.. Alasannya biar si owner yang biasanya tinggal dipermukiman mewah dekat situ gampang mengawasinya..

    Kuli-kuli disana kegiatan rutinnya adalah memecah batu bata merah menjadi serpihan-serpihan kecil.. Gw juga heran disepanjang jalan banyak bener kuli2 yang kerjaannya mecahin batu.

    Sebagian besar lift pasti ada penghuninya,… Hihihih maksudnya pasti ada yang jagain.. lengkap beserta kursi bakso nya :)) Tapi ga tahu deh skrg seperti apa:p

    Gw pernah tidur sekamar satu hotel sama sekretaris NSN disana…
    Pekerjaan Team Assistant/Sekretaris kebanyakan di pegang oleh kaum pria.. HAHAHAHAHAHA

    Masih banyak lagi sih.. cukup segini dulu.. ngantuk cuy..

    [Reply]

    Arif MunandarNo Gravatar Reply:

    Koreksi dikit cuy :p

    Hari kerjanya adalah Minggu sampe kamis… Ciri2 negara Muslim
    dimana hari Jumat dan Sabtu sebagai hari libur.

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    Yoi, Cui… Thx berat!
    kapan lu dikirim ke sono lagi??? he he he

    [Reply]

  4. dansatNo Gravatar says:

    ada temen bangla di sini, doyannya nyusu pake teh (not the other way around)
    cuman yang bikin penasaran kata dia, cewe tinggal ama cowo (pacar) itu hal yang normal, ga seperti di indo (i’m not making this up, dapet info dari temen langsung ) :)

    have fun there

    [Reply]

    Arif MunandarNo Gravatar Reply:

    Hehehe bohong banget itu.. Yang ada mereka masih pada kolot banget.. boro2 hidup bareng.. lah mau ciuman aja musti cari tempat pojokan di cafe2

    1 lagi fakta : Omongan orang bangla hanya 15% nya aja yang bisa kita percaya :D

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    Nggak tahu juga sih sebenarnya riil nya..

    Biasanya, orang umumnya menikah itu karena perjodohan. Persentasenya lebih besar.

    Waktu itu gw pernah baca surat kabar ada kasus bunuh diri gara2 lamaran ditolak.
    Ada pula seorang pria yang sampai membakar wanita hidup2 karena lamaran terhadap wanita tersebut tidak diterima.

    Macem2 lah…

    [Reply]

  5. apriNo Gravatar says:

    “Jangan sering-sering mengucapkan “dhonobat” (= terima kasih) kepada orang Bangla! Katanya, dhonabat itu adalah kata yang sangat mahal. Orang baru akan mengucapkan “dhonobat” kalau sudah diberi rumah.”

    Ini serius?
    kl misal habis dibantuin langsung ngloyor gitu aja tanpa bilang terima kasih?

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    Ada satu tips: cara mengucapkan terima kasih adalah dengan menggeleng2kan kepala Mas Apri. he he he… itu sudah cukup.

    [Reply]

  6. free FONTNo Gravatar says:

    jd pengin kesana…

    [Reply]

  7. kukuhNo Gravatar says:

    tambahan :P
    A. Mereka sangat mencintai bahasa mereka, dan memiliki hari unt memperingati bahasa bangla :P. bahasa percakapanya mudah, seperti belajar bahasa daerah di indo. tp tulisan cacingnya susah :P . 60% mirip india. 40% seperti nepal 50% kaya pakistan .. kira2 segitu ..:P

    B. KBRI di Dhaka merangkup Nepal, termasuk salah satu KBRI terbesar dan bagus gedungnya di antara KBRI2 se asia.

    C. Untuk Photography. Dhaka kaya akan human interest nya. but its lack of landscape. setiap hari libur banyak photographer ngumpul di Dhaka Univ. siapapun bisa gabung.

    D. min 3x setaun liburan ke luar dhaka. otherwise u’ll look like real banggali ..:P

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    Tambahan yang bagus, Kuh!
    ya iya,… lah. Empat tahun di Dhaka. :D

    [Reply]

    Arif MunandarNo Gravatar Reply:

    Kayaknya kenal dan familiar banget sama yang diatas ini deh.. Hahhahahahah…

    [Reply]

  8. adhy_dimasNo Gravatar says:

    ceritanya asik juga cuy!thanks dah shre penglamannya bro!

    [Reply]

    arikuncoroNo Gravatar Reply:

    sama2, Dhy!

    [Reply]

  9. NoorNo Gravatar says:

    Wah, geli bangeth ngebayangin makan yoghurt pake tangan di bekas piring kari pulak… ohh….

    btw :
    mau merit di BD nich, jadi tambah pengetahuan….

    Ada temen WNI cewe’ yang nikah ma BD guy gak ya ?
    Buat sharing pengalaman…

    Thanks untuk infonya ya Gan..

    [Reply]

  10. hebiryuNo Gravatar says:

    ternyata si arif pernah bobo bareng sama si khalel. hahaha

    [Reply]

    OriNo Gravatar Reply:

    @Hebi…biarkan lah itu jadi kenangan manisnya si Arif selama di Dhaka…gosipnya si Khalel tidur gak pake CD yak huehehehehehehe

    [Reply]

  11. Mas ari ada smpan alamat emailnya mas kukuh ta,q ga tau ni,ada emailnya indhaka indonesia-dhaka,tpi susah mau gabung.sblum masuk sana q mau cari informasi bnyk,mas ari tau ga barangan kita yng d eksport ke bngla tu apa aja,shesir bpa alif mau tau juga ni,,.makasih infonya

    [Reply]

  12. Asskum mas ari q dah bisa hbungan ma mas kukuh ma yang lain,informasinya bagus,q sbtulnya juga ga sbr mau pulang ke bangla tpi d suru ngomong bangla,tulisane bangla ada yang bersambung susah mau eja

    [Reply]

  13. Gak kebayang mati listrik 3 jam sekali… luar biasa bgt ya, bangladesh ternyata memiliki 6 musim… tempat wisatanya apa aja disana mas… share dong.. :)

    [Reply]

  14. LarasNo Gravatar says:

    mas Ari, gereja protestan di bangladesh ada gak??

    [Reply]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>