Celebrating Christmas in The Philippines is going to be my second time. Last year I was here since I was assigned by my company for emergency duty. The upcoming Christmas is also the same. I’ll be spending Christmas here. Emergency duty is also my main reason.
Well, I do not want to dramatize this thing, because I cannot go back to my country, but I would like to share what is going on in the Philippines, especially Manila during Christmas. Alright here you go.
Semua yang serba pertama itu bikin deg-degan. Pertama kali masuk sekolah dengan teman-teman baru. Pertama kali mengemudi. Pertama kali pacaran. Pertama kali keluar negeri. Pertama kali masuk kerja. Pertama kali bla-bla-bla. Menurut teori yang umum sih hormon adrenalin sedang naik.
Nah, beberapa hari yang lalu saya mengalami rasa deg-degan itu, karena hampir kena tangkap polisi lalu lintas. Kala itu saya jalan-jalan pada hari Sabtu mengendarai mobil di salah satu jalan di Metro Manila bersama si dia. Saya diberhentikan karena salah jalur. Semestinya jalur tersebut digunakan untuk lintasan U turn tapi saya paksa lurus.
Namun, saya putuskan untuk kabur. Puji Tuhan ada belokan jalan kecil ke kanan. Ada parkiran salah satu mall pula. AMAN! saya berhasil kabur dari kejaran. Hore!
Dengan begitu saya tidak perlu repot-repot kena tilang ataupun mesti berdamai dengan bapak-bapak yang waktu itu berseragam biru muda a.k.a polantas.
Mengapa saya memutuskan kabur? Saya sudah pernah mengalami hal ini tiga kali. Dua kali saya damai, satu kali saya pakai jalur yang benar, SIM saya ditahan. Ketiganya mesti bayar! Tidak kecil juga jumlah uang yang saya bayar. Hampir saya sudah menyumbang sekitar 3500 peso (700 ribu rupiah) jika ditotal. Anehnya, damai jauh lebih murah ketimbang cara benar.
Meskipun ini bukan pengalaman pertama saya diberhentikan polantas, rasa adrenalin ini susah hilang. Tanya kenapa? Siapa juga yang mau bayar segitu mahalnya buat kesalahan yang tidak disengaja karena kekurangpahaman? Di samping itu saya sempat ngobrol dengan teman sesama perantauan di sini, katanya: “Mendingan lu kabuuur aja, bro!”
Pelajaran dari pengalaman ini:
Dalam hal mengemudi, konsentrasi sebaik-baiknya. Jika memang sudah salah jalur, lanjutkan saja terus sampai menemukan jalur yang benar. Jangan panik dan stay cool. :)
Quote:
Saya suka mengemudi, namun mengemudi memang kadang-kadang tidak menyenangkan kalau sudah berhadapan dengan polantas a.k.a traffic enforcer!
Akhirnya hari itu saya bisa dengan tenang kencan makan sore bersama si dia di Mall tersebut . :-) I liked it.
Hari berganti hari sejak bulan Maret 2011 hingga bulan ini, September 2011.
Ada keputusan penting dalam perjalanan hidup sepasang muda-mudi yang menjalin pertemanan spesial selama tiga tahun lebih. Antara ingin melanjutkan atau mengakhiri perjuangan. Tetapi satu hal yang ingin diwujudkannya, meskipun keputusannya nanti adalah putus, haruslah dengan baik-baik, tanpa dendam dan tanpa prasangka buruk. Di sebuah rumah makan siap saji sederhana di Jalan protokol Jakarta, akhirnya mereka berani memutuskan untuk mengakhiri kebersamaan mereka.
Bertemu. Saling suka. Berjanji. Berkomitmen. Namun pada akhirnya berpisah. Banyak yang menyayangkan, namun apalah artinya orang lain yang menyayangkan atau bergembira, toh yang menjalankan kehidupan adalah mereka berdua, bukan?
Banyak faktor luar dan faktor dari dalam yang mempengaruhi keputusan sepasang pria dan wanita untuk bersatu. Tidak bisa dipungkiri memang, keanekaragaman budaya masih belum bisa sepenuh hati diterima di negara yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini. Apalagi urusan keluarga kedua belah pihak baik dari pria maupun wanita. Perlu ada pihak yang berinisiatif melobi pihak yang kurang menerima perbedaan.
Ya, itu faktor luar.
Sementara faktor dari dalam? Banyak sekali ternyata. Namun sang pemuda tidak mengizinkan penulis mengungkapkan faktor dari dalam. Yang sudah ya sudah, anggap sebagai pengalaman menuju kisah selanjutnya.
Bung, jodoh memang di tangan Tuhan. Asalkan sadar, Bung Pemuda… kalau nggak diambil-ambil, tetep di tangan Tuhan terus. Benar saja. Sejak saat itu, ada beberapa pemudi yang menghubungi sang pemuda. BBM, SMS, dan telepon mulai berdatangan. Namun, dasar pemudanya masih sibuk dengan urusan pekerjaan yang menyita waktunya, dia lupa memikirkan urusan asmara. Pemudi yang sedang pemuda sukai ternyata baru beberapa bulan sudah jadian dengan pemuda lain. Sayang sekali, Bung. Tuhan sudah memberikan tanda, tapi kamu masih enggan mengambilnya.
Semoga tidak ada kata sesal yang terdalam dari Sang Pemuda, karena setiap pengorbanan akan berbuah. Buahnya akan baik jika ditabur dari biji yang baik. Disemai dengan baik. Dan dirawat dengan baik.
Percayalah Bung, Dia sedang menuliskan ceritamu.
Akankah Sang Pemuda berhasil menemukan cinta selanjutnya? Bersambung.
Sejenak saya termangu setelah melihat dan mendengar jingle dari salah satu iklan gula Tropicana Slim. Kata-katanya begitu menyentuh dan membuat hati saya bergetar. Nggak percaya? Baca lirik dan mainkan chord nya.
Ngomong-ngomong, sudah lama sebenarnya saya ingin memainkan lagu ini dengan gitar kesayangan. Entah karena lupa, entah karena sibuk dengan pekerjaan, jalan-jalan, dan kegiatan-kegiatan lainnya jadi tertunda. (Sok sibuuuuk bener, guweh… hehe)
Puisi cinta ini sangat terkenal pada masanya. Masa di mana saya masih duduk di bangku SMA kelas 1 sekitar tahun 2001. Saya ingat puisi ini bukan karena waktu itu saya sedang jatuh cinta atau patah hati, melainkan karena saya dan teman-teman sekelas memiliki keinginan yang besar untuk menonton film yang saat itu sedang ngetop yaitu film Ada Apa Dengan Cinta. Di film tersebut Cinta membaca puisi ini.
Sayangnya kami tidak kesampaian nonton bareng, karena kehabisan tiket. Ada salah satu teman sekelas saya yang mendapatkan dua tiket, tetapi terpaksa dia jual karena tidak bisa nonton bareng. Lumayan, dia dapat untung dengan menjualnya dengan harga dua kali lipat.
A long ago I heard this song. Just heard. But yesterday I was listening to. This song is great. I read the lyrics and it inspires me to remix it. By playing a guitar, giving a vocal, and echo effect, I present this such a good number song for you to remind your faith.
Great salutation to Leonard Cohen. Kindly please listen to my ordinary version.
Hallelujah – Ari Kuncoro – Cover by Ari Kuncoro
http://soundcloud.com/arikuncoro/hallelujah-ari-kuncoro-cover
Delapan Januari 2011.
Sabtu siang itu saya pergi ke Ancol. Pengisi hati sedang pulang kampung, maka saya manfaatkan saja waktu akhir pekan dengan berlibur bersama kawan. Sore hari sekira jam 3 saya tiba di Ancol sendirian. Kawan saya menyusul nanti malam, karena ada acara lain. Jalan-jalan di pantai, motret-motret, dan menjadi obat nyamuk orang yang sedang pacaran jadi kegiatan saya sore itu. Beruntung malam harinya akan ada pesta kembang api. Wah, moment yang tidak akan saya lewatkan untuk saya ambil gambarnya.
Sepanjang tahun 2010 ada lima artikel yang paling banyak dibaca para pembaca. Ini dia.
Saya berikan hadiah bagi mereka masing-masing satu juta dolar, Zimbabwe, tapi. hi hi hi.
| Title | Views | |
|---|---|---|
| Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City | 8,928 | |
| Kata Puisi Cinta | 6,418 | |
| Home page | 2,437 | |
| Tiga Cara Atasi Mencret | 2,328 | |
| Kata-Kata Mutiara | 2,091 |
Sepertinya saya harus banyak menulis artikel tentang crocs, cinta, mencret, dan kata-kata mutiara.
Semangat!
Silakan klik link untuk mendengarkan lagu di atas.

Sumber Gambar: Lawangpost
Atau : Klik kanan di sini untuk download :D
Lagu ini terinspirasi dari Tim Nasional yang akan bertandang kandang pada laga final piala AFF 2010 pada 26 dan 29 Desember 2010 mendatang.
Berikut ini lirik lagunya:
Click to continue reading “Semangat Tim Garuda – Sebuah Lagu”
A new song for peace. Just for you, guys.
Peace – Ari Kuncoro.mp3
(please click on that link to listen to my song)

Photo Cover: Getty Images
Lyrics
Peace
by Ari Kuncoro
I am playing on the sand
I am creating a land
That people can stand
In above of that
From eastern part sun rises
And gives light to my land
The energy comes through
And all the pople happy and prosperous
Reff
Imagine all the countries
Have each respects and tolerance
No war will happen at all
And peace there all will be
Peace 3x…
No war will happen at all
And peace there all will be.
-Jakarta, 3 Dec 2010-
Pages
Social networks
Help to translate
Don't laugh, appreciate please!Comments
Pulau Tidung on Christmas in The Philippines
sutha on Kabur!
Obat TBC on 5 Artikel Favorit di Blog saya sepanjang 2010
Yemen on Mencoba Berpuisi Kembali
????? on Dia Menuliskan Ceritamu
pain in ligament behind knee on Tips Belanja Crocs Sale di Senayan City
Rental Mobil Bandung on Kabur!
Baju Bayi on Christmas in The Philippines
Tags
amazon arung jeram badminton Bangladesh blog Chord Cicatih Cinta crocs Curhat Dhaka facebook fakta Foto google gulshan hold indonesia Jalan-Jalan kata-kata cinta kata puisi cinta kuliner lagu love luar negeri lyrics mandi mencret microsoft MMS music Musik okezone perjalanan poem puisi Renungan rip routing semangat Song Sukabumi Tutorial wordpress yahooArchives
- December 2012 (1)
- June 2012 (1)
- September 2011 (1)
- July 2011 (1)
- May 2011 (1)
- January 2011 (3)
- December 2010 (2)
- November 2010 (1)
- July 2010 (3)
- June 2010 (7)
- May 2010 (4)
- April 2010 (14)
- March 2010 (5)
- February 2010 (4)
- January 2010 (9)
- November 2009 (2)
- September 2009 (4)
- August 2009 (1)
- July 2009 (2)
- June 2009 (3)
- May 2009 (2)
- April 2009 (6)
- March 2009 (6)
- February 2009 (1)
- January 2009 (3)
- December 2008 (2)
Friend's Blog
- Aditya Arie Nugraha
- Andry Ongkinata
- Bagus Prasetyo Wibowo
- Benedictus Widi Handoyo
- Bernardus Ari Kuncoro
- Bimas Abimanyu
- Budi Rahardjo
- Christine Siagian
- Credo Sibuea
- Damar
- Dana Satriya
- Dhemy Larasati
- Dias Ramadhan
- Dinda Elefani
- Dwi Larasatie Nur Fibri
- Fajar Fathurrahman
- Fajar Sastrowijoyo
- Grace Sahertian
- I Made Anantha Setiawan
- Irsalina Salsabila
- Irvan Tambunan
- Kemas Zakki Arief
- Khiko Rayesmara
- M. Arif Wicaksana
- M. Saiful Hidayat
- Made Geminastika
- Maria Elisabeth Suryatriastuti
- Marina Tampubolon
- Michael Hutagalung
- Mikha Valerint
- Randy H. W.
- Reza Aditya Permadi
- Rudy Sihombing
- Satrio Adhi
- Shana Fatina
- Sofwan Ardyanto
- Triadimas Satriya
- TurunBeratBadan
- Vanya Vabrina Valindria
- Veravinna Handoko
- Widianti Gunawan
- Wildan Aliviyarda

